Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Terkoreksi 1,62% ke 7.585,69, Seluruh Sektor Saham Melemah

IHSG Terkoreksi 1,62% ke 7.585,69, Seluruh Sektor Saham Melemah
IHSG Terkoreksi 1,62% ke 7.585,69, Seluruh Sektor Saham Melemah

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Jumat, 6 Maret 2026, dengan mencatatkan penurunan sebesar 1,62 persen. Posisi indeks parkir di level 7.585,69, berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham Asia yang justru menunjukkan penguatan di hari yang sama.

Data dari RTI Business mencatat aktivitas perdagangan domestik hari itu melibatkan 1,95 juta transaksi. Sebanyak 34,19 miliar saham berpindah tangan dengan total nilai transaksi mencapai Rp17,78 triliun. Secara keseluruhan, sentimen negatif mendominasi pasar dengan 555 saham ditutup di zona merah, sementara 168 saham berhasil menguat dan 94 saham lainnya stagnan.

Dominasi Sektor Merah

Tekanan jual melanda seluruh lini sektor saham domestik berdasarkan IDX-IC Sector Index. Sektor industri mengalami koreksi paling tajam, yakni sebesar 3,37 persen. Kondisi ini diikuti oleh sektor barang konsumen non-primer yang tertekan 3,34 persen, serta sektor energi yang melemah 2,86 persen.

Di tengah tekanan indeks yang luas, beberapa emiten tetap mencatatkan kinerja positif. Saham berkode SKBM memimpin jajaran *top gainers* dengan lonjakan 24,65 persen, diikuti oleh ALKA yang naik 24,53 persen, dan TPIA yang mencatatkan penguatan 17,67 persen.

Sebaliknya, tekanan jual yang masif menimpa emiten seperti FILM yang anjlok 15 persen. Selain itu, saham KOTA dan RODA juga mencatatkan koreksi masing-masing sebesar 14,86 persen pada penutupan perdagangan hari itu.

Konteks Pasar Regional

Pelemahan yang terjadi di Bursa Efek Indonesia tampak kontras dibandingkan pasar regional. Indeks Nikkei di Jepang tercatat naik 0,62 persen menjadi 55.620,84, sedangkan Hang Seng di Hong Kong menguat signifikan sebesar 1,72 persen menuju 25.757,29. Selain itu, indeks Shanghai juga ditutup lebih tinggi 0,38 persen ke level 4.124,19, dan Strait Times Index naik tipis 0,03 persen menjadi 4.848,25.

Bagi pelaku pasar domestik, koreksi ini menjadi sinyal penting untuk mencermati dinamika sektor-sektor yang paling terdampak, terutama di sektor industri dan barang konsumen.

Pergerakan harga yang tajam pada saham *top losers* menunjukkan tingginya volatilitas yang memengaruhi portofolio investor saat sentimen pasar global dan domestik tidak sejalan.

Langkah mitigasi risiko menjadi sangat krusial di tengah tren koreksi menyeluruh pada seluruh sektor indeks domestik tersebut.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda