Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Yogyakarta mengangkat pesan yang terasa dekat dengan keseharian jemaah. Dalam Kajian Ahad Pagi pada Minggu, 5 Juli 2026, pembahasan mengarah pada satu hal yang sering dianggap sepele: menjaga tubuh lewat makan yang baik dan olahraga.
Kajian bertema “Olahraga dalam Tinjauan Al-Qur’an dan Hadis” itu menghadirkan Ustaz H. Muhammad Hasnan Nahar, S.Th.I., M.Ag., dosen Program Studi Ilmu Hadis UAD. Ia menekankan bahwa ajaran Islam tidak berhenti pada kesehatan batin, melainkan juga mendorong umat menjaga kondisi fisik agar ibadah dan aktivitas harian berjalan lebih baik.
Di hadapan jemaah, Hasnan memaparkan bahwa tubuh yang sehat memudahkan seseorang menjalankan tanggung jawab sehari-hari. Pesannya sederhana, tapi tegas. Jemaah yang menjaga fisik akan lebih siap untuk salat, bekerja, dan beraktivitas tanpa mudah tumbang oleh kelelahan.
Ia membuka kajian dengan kisah Umar bin Khattab yang dikenal keras pada gaya hidup berlebihan. Dalam penuturan yang disampaikan, Umar pernah menegur seseorang yang perutnya tampak buncit. Pada masa itu, kondisi semacam itu dipandang bukan sekadar urusan penampilan. Ada makna lain di baliknya.
“Pada masa itu, perut buncit dipandang sebagai simbol hidup bermalas-malasan, berfoya-foya, dan terlalu mendahulukan kenikmatan dunia sehingga melalaikan ibadah,” ujar Hasnan dalam pemaparannya. Kalimat itu menegaskan cara pandang yang dibawa kajian pagi itu: tubuh bukan ruang untuk dimanjakan terus-menerus, melainkan amanah yang perlu dijaga.
Pesan tentang olahraga lalu dipertautkan dengan pola makan. Keduanya berjalan beriringan. Jemaah diajak memahami bahwa kesehatan tidak lahir dari satu kebiasaan saja, melainkan dari disiplin harian yang konsisten. Makan secukupnya, bergerak, lalu menjaga keseimbangan. Sederhana, tapi sering gagal dilakukan.
Suasana kajian sendiri berlangsung di lingkungan masjid kampus yang menjadi ruang pertemuan ilmu dan ibadah. Tema yang diangkat membuat pembahasan terasa membumi, sebab banyak orang akrab dengan godaan makan berlebihan dan duduk terlalu lama. Hasnan menempatkan olahraga bukan sebagai aktivitas tambahan belaka, melainkan bagian dari praktik hidup yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Kajian Ahad Pagi itu juga memperlihatkan bagaimana pesan keagamaan bisa bersentuhan langsung dengan isu kesehatan sehari-hari. Bukan lewat teori yang jauh dari realitas, melainkan lewat contoh konkret dan kisah yang mudah dipahami. Dari sana, jemaah pulang dengan satu dorongan yang terasa jelas: menjaga tubuh juga bagian dari menjaga ibadah.
Di lingkungan UAD, pembahasan semacam ini memberi ruang bagi jemaah untuk menautkan ilmu hadis dengan kebiasaan hidup modern yang sering lengah pada soal makan dan gerak tubuh. Dan pada kajian-kajian berikutnya, tema kesehatan jasmani diperkirakan masih akan terus menemukan tempat, karena pesan dasarnya terlalu dekat dengan hidup banyak orang untuk diabaikan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.