Singapura sendiri datang dengan skuat yang dianggap mampu memberikan perlawanan alot. Publik sepak bola regional tahu benar bahwa setiap pertemuan kedua tim ini hampir selalu berakhir dengan intensitas tinggi dan drama di atas lapangan. Tidak heran jika permintaan tiket melonjak tajam melampaui ekspektasi panitia lokal.
Akibat desakan massa yang terus membengkak, penyelenggara akhirnya terpaksa membuka beberapa titik penjualan tambahan. Langkah ini diambil untuk memecah kepadatan di satu titik saja sekaligus meredam potensi kericuhan yang dipicu rasa frustrasi karena kehabisan tiket. Namun, antrean di lokasi tambahan pun tidak kalah panjangnya.
Situasi ini sekaligus mengirim pesan tegas kepada pengelola sepak bola nasional Vietnam bahwa perilaku konsumen mereka telah berubah. Kemajuan teknologi informasi yang seharusnya bisa memudahkan proses pembelian tiket melalui aplikasi justru ditinggalkan demi skema konvensional yang justru menyiksa penggemar.
Hingga sore ini, hujan di Hanoi perlahan mulai mereda, namun ribuan orang masih tertahan di antrean. Bagi mereka yang berhasil menggenggam tiket, perjuangan berjam-jam di bawah badai akan segera terbayar lunas saat peluit *kick-off* ditiup. Untuk mereka yang gagal, hanya rasa kecewa yang dibawa pulang ke rumah, sambil menantikan pengumuman penjualan tiket sisa jika memang masih tersedia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.