Kamis, 30 Juli 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Tekanan Iran Dinilai Kennedy Akan Terasa Mahal bagi Amerika

Tekanan Iran Dinilai Kennedy Akan Terasa Mahal bagi Amerika
Tekanan Iran Dinilai Kennedy Akan Terasa Mahal bagi Amerika

JAKARTA — tekanan Iran lewat sanksi dan blokade akan terasa “painful” bagi warga Amerika, kata Senator John Kennedy dari Louisiana, saat ia menyorot strategi yang menurutnya paling efektif untuk menekan Teheran dalam beberapa bulan ke depan.

Pernyataan itu datang menjelang pemilu sela, ketika isu biaya hidup dan kebijakan luar negeri sama-sama punya bobot politik. Kennedy juga mengaitkan tekanan itu dengan inflasi yang ia sebut “pernicious”, sambil menegaskan Federal Reserve akan terpaksa menaikkan suku bunga jika inflasi tidak terkendali.

Tekanan Iran dan hitung-hitungan politik Kennedy

Dalam wawancara dengan Joe Mathieu dan Kailey Leinz pada edisi malam program Bloomberg “Balance of Power”, Kennedy, dari Partai Republik, menyebut mempertahankan sanksi dan blokade terhadap Iran sebagai langkah yang menyakitkan bagi masyarakat Amerika. Namun, ia menilai tekanan yang dijaga selama beberapa bulan lagi bisa menjadi cara paling efektif untuk mendorong Teheran bergerak.

Ucapan Kennedy menunjukkan dilema yang kerap muncul dalam kebijakan luar negeri Amerika: tekanan ekonomi bisa memaksa lawan berunding, tapi efek sampingnya bisa terasa di dalam negeri. Kali ini, ia sendiri yang mengakui biaya politik dan ekonomi itu di hadapan pemilih yang sedang sensitif terhadap harga-harga.

Frasa “painful” yang ia pakai bukan sekadar bahasa keras. Itu juga sinyal bahwa strategi terhadap Iran, dalam kacamata Kennedy, tidak dijual sebagai langkah mudah. Ada ongkos. Ada risiko. Dan ia tampaknya siap mempertahankan garis keras itu, setidaknya untuk beberapa bulan lagi, bila tujuannya benar-benar membuat Teheran bergeser.

Inflasi, suku bunga, dan tekanan dari dalam negeri

Kennedy tidak berhenti di Iran. Ia juga menyebut inflasi sebagai “pernicious” dan menilai Federal Reserve akan menaikkan suku bunga bila kenaikan harga tak segera dikendalikan. Di titik ini, ia menyatukan dua tekanan yang berbeda: tekanan ke luar negeri terhadap Iran dan tekanan ekonomi di dalam negeri yang langsung menyentuh kantong warga Amerika.

Bagi pasar dan pelaku usaha, nada semacam ini penting. Sikap keras terhadap Iran berpotensi menjaga ketidakpastian soal energi, sanksi, dan jalur diplomasi, sementara isyarat tentang inflasi dan suku bunga ikut memengaruhi ekspektasi pasar keuangan. Satu pernyataan politisi di Senat bisa memantul ke banyak arah. Ke Washington. Ke pasar. Ke meja makan warga biasa.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda