Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Album Terbaik Juli: Charli XCX, The Strokes, dan Jack White

Album Terbaik Juli
Album Terbaik Juli

JAKARTA — album terbaik Juli didominasi nama besar yang kembali lewat rilisan baru, dengan Charli xcx, The Strokes, dan Jack White paling banyak mencuri perhatian di daftar ulasan musik bulan ini.

Di bulan yang juga kedatangan album baru dari Madonna, The Rolling Stones, Ariana Grande, PNAU, The Temper Trap, Body Type, dan Budjerah, pilihan utama justru mengerucut ke tiga rilisan yang paling bikin pembaca dan pendengar berhenti sebentar lalu menekan putar ulang.

Album terbaik Juli dan alasan tiga nama ini menonjol

Rangkaian ulasan yang dikumpulkan ABC lewat Shortcut podcast menempatkan July sebagai bulan yang padat. Tapi, bukan volume rilisan yang paling penting di sini. Yang bikin ramai justru kualitas comeback dari Charli xcx, The Strokes, dan Jack White.

Charli xcx datang membawa beban besar setelah Brat. Wajar kalau ekspektasi tinggi. Namun, album barunya dinilai tetap kuat karena tidak sekadar mengejar ulang ledakan budaya dari album sebelumnya. Di lagu penutup No One Lasts Forever, ia menyanyi, “Since everyone knows my name, all the parties got better,” lalu menguliti sisi lain dari ketenaran yang besar dan cepat berubah.

Nuansanya terasa matang. Gelap, tapi jujur. Ada messiness, ada depression, ada hope. Rekanan lamanya, A.G. Cook dan Finn Keane, ikut membentuk suara yang lebih liar dan memelintir rock ‘n’ roll ke bentuk yang aneh namun menarik. Judul album Music, Fashion, Film juga mempertegas posisi Charli bukan cuma sebagai bintang pop, melainkan penulis yang tahu persis apa yang ingin ia tunjukkan.

The Strokes memilih jalur yang lebih aneh

The Strokes juga kembali dengan beban sejarah yang tidak kecil. Sejak Is This It dirilis 25 tahun lalu, band asal New York itu terus diukur dengan standar yang mereka pasang sendiri. Album baru mereka, Reality Awaits, mempertemukan mereka lagi dengan produser Rick Rubin dan membawa arah yang lebih eksperimental.

Masih ada kilasan Strokes klasik lewat Going To Babble On dan Lonely In The Future. Gitar Nick Valensi dan Albert Hammond Jnr tetap saling mengisi dengan ciri khas yang tajam. Tapi keseluruhan album ini sengaja dibuat lebih ganjil, lebih mengganggu, dan kadang terasa terlalu lama berputar di tempat. Di situ justru letak tarikannya.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda