Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Perempuan Pelaku UMKM

Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Perempuan
Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Perempuan

JAKARTA — Dominasi perempuan dalam ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan sebanyak 64,5 persen dari total 65,5 juta unit UMKM di Tanah Air dikelola oleh tangan-tangan kreatif perempuan.

Kendati jumlahnya mencapai sekitar 37 juta orang, pertumbuhan skala bisnis mereka sering kali terhambat oleh minimnya akses dan dukungan pengembangan usaha.

Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Marroli J. Indarto, menyebut disparitas ini sebagai tantangan nyata. Marroli menekankan bahwa perempuan merupakan tulang punggung ekonomi keluarga serta motor utama penggerak ekonomi kerakyatan.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa semakin tinggi skala perusahaan, jumlah perempuan yang menjadi pemilik usaha justru cenderung menyusut.

“Angka yang besar belum selalu berarti peluang yang setara. Ini yang perlu kita garis bawahi, bukan soal perempuan tidak mampu bertumbuh, tetapi soal tangga yang mereka panjat lebih sedikit pijakan,” ujar Marroli dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2026.

Dorong Digitalisasi untuk Naik Kelas

Untuk memangkas kesenjangan tersebut, pemerintah melalui Kemkomdigi menginisiasi langkah konkret dengan memperkuat kapasitas serta jejaring bagi pelaku usaha perempuan. Salah satu perwujudannya adalah kegiatan talkshow bertajuk “She-Connects: Perempuan Go Digital, UMKM Go Beyond” yang berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 29 Juli 2026.

Program ini menjadi wadah bagi sekitar 250 peserta yang terdiri dari pengusaha UMKM, komunitas bisnis, akademisi perguruan tinggi, serta pelaku ekosistem digital. Fokus utama acara ini bukan sekadar berbagi cerita sukses, melainkan membangun koneksi strategis agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi digital untuk melakukan ekspansi pasar dan meningkatkan daya saing.

Para peserta mendapatkan wawasan langsung dari tiga narasumber inspiratif, yakni Ayana Jihye Moon selaku womanpreneur dan influencer, Stefani Angelia sebagai pendiri Doesoen Roti dan The Overtee, serta Yayuk Agustin dari Namira Ecoprint. Mereka membedah strategi inovatif dalam mengelola usaha, mulai dari pemanfaatan platform digital hingga teknik kolaborasi untuk memperluas jangkauan bisnis.

Melalui kemitraan yang terjalin, Kemkomdigi berharap para pelaku UMKM perempuan tidak lagi terjebak dalam skala mikro, melainkan mampu naik kelas secara mandiri. Penguatan jejaring ini dinilai krusial agar mereka memiliki kesempatan yang sama dalam meniti tangga karier bisnis, seiring dengan pesatnya adopsi teknologi digital di Indonesia saat ini.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda