Tekanan pasar juga dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari dana lindung nilai Situational Awareness LP yang dikelola oleh mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner.
Setelah posisi utamanya di sektor infrastruktur AI seperti SK Hynix mengalami penurunan, dana tersebut terpaksa melikuidasi seluruh portofolio ekuitas publiknya karena margin call dari institusi keuangan besar seperti Goldman Sachs, JPMorgan Chase, dan Bank of America.
Begitu posisi tersebut keluar dari pasar, tekanan sempat mereda.
Bukan Nihilisme, Tapi Bukti Bisnis
Berbeda dengan perspektif nihilisme, Melissa Otto dari S&P Global melihat kenaikan saham Microsoft murni sebagai respon mekanis pasar. Menurutnya, lonjakan tersebut terjadi karena untuk pertama kalinya, penyedia layanan cloud skala besar mampu menyajikan metrik kuantitatif yang jelas bahwa model bisnis AI benar-benar bekerja, bukan sekadar janji masa depan.
Otto menjelaskan bahwa volatilitas pasar yang terjadi akhir-akhir ini lebih banyak disebabkan oleh fenomena yang ia sebut sebagai overhang. Ini adalah kondisi di mana debat pasar mengenai pengeluaran AI menjadi sangat terpolarisasi.
Ketika estimasi analis menunjukkan disparitas yang lebar, volatilitas cenderung meningkat. Laporan keuangan Microsoft menjadi pemantik yang akhirnya meredakan ketegangan tersebut dengan memberikan bukti nyata dari pertumbuhan yang akseleratif pada layanan Azure.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.