Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Migran Ceuta Membludak, Spanyol Kirim Tentara ke Perbatasan

Migran Ceuta menyeberang perbatasan dan polisi berjaga
Situasi migran Ceuta memaksa Spanyol mengirim 60 personel untuk memperkuat polisi di perbatasan. (Ilustrasi: AI)

Juru bicara Guardia Civil mengatakan migran “massively entering from the sea” melalui pemecah gelombang Tarajal, meski ia tak bisa memberi perkiraan angka. Aktivis hak migran Zakaria Zarroqui juga menyebut situasinya “remains out of control as we speak”, seraya mengatakan masih ada orang-orang yang berdatangan ke kota Maroko, Fnideq, untuk mencoba menyeberang.

Wali kota sekaligus kepala pemerintah regional Ceuta, Juan Jesús Vivas, meminta pemerintah pusat menetapkan keadaan darurat nasional atas dasar keamanan nasional dan menurunkan lebih banyak polisi serta tentara ke perbatasan. Ia mengatakan tambahan pasukan dibutuhkan “to guarantee the inviolability of the frontier and citizen safety”.

Pedagang dan warga ikut tertekan

Masalahnya bukan cuma di pagar perbatasan. Sejak Rabu, Vivas sudah memperingatkan bahwa pusat penerimaan migran kewalahan dan ratusan orang tidur di jalanan. Banyak toko lokal juga ditutup.

Enrique Serrano, pemilik toko pakaian perempuan di pusat Ceuta, mengatakan para pemilik usaha mulai mengatur diri untuk melindungi properti dan keluarga karena mereka menilai sumber daya polisi tidak akan cukup. “I’m not opening this afternoon because the situation is extremely tense … The first thing I have to do is protect my business and my family,” ujarnya kepada Reuters.

Ia menambahkan, ketika pagar ditembus setelah tengah malam, ratusan migran berlari masuk hanya dalam hitungan menit. Bagi warga dan pelaku usaha, itu berarti malam yang panjang. Bagi pemerintah, itu sinyal bahwa krisis perbatasan sudah menekan ruang kota sekecil Ceuta.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan aturan keadaan darurat nasional tidak menganggap arus migrasi sebagai risiko keamanan nasional. Meski begitu, kementerian menegaskan lembaga-lembaga pemerintah sedang berkoordinasi untuk merespons situasi di Ceuta dengan cepat dan efektif.

Kementerian juga menyebut pemerintah Maroko “closely cooperating” dengan Spanyol, termasuk lewat polisi Maroko yang menahan “numerous people” yang mencoba menyeberang.

Di sisi politik, keputusan Mahkamah Agung Spanyol awal bulan ini yang melarang pengembalian cepat migran yang dicegat di laut ke Ceuta atau Melilla ikut membayangi lonjakan terbaru ini.

Seorang juru bicara Civil Guard mengatakan, “It has been a slow trickle since the Supreme Court’s ruling, but today has been an explosion.”

Pemerintah sosialis Spanyol selama ini dikenal lebih ramah terhadap migran di Eropa. Bulan ini, Madrid juga meluncurkan program untuk memberi status legal kepada sekitar 500.000 migran tak berdokumen, sementara jumlah aplikasi yang masuk disebut dua kali lipat dari angka itu.

Di kubu lawan, partai-partai kanan langsung menyerang Perdana Menteri Sánchez dan menuduh kebijakannya memancing lebih banyak migran ke Spanyol. Di Ceuta sendiri, semua mata kini tertuju pada kedatangan Sánchez dan Menteri Dalam Negeri pada Jumat, saat pasukan tambahan sudah disiapkan di garis yang disebut pejabat setempat sebagai perbatasan yang ambruk.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda