Jumat, 31 Juli 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Survei Dengue India Temukan 4 Serotipe Jelang Vaksin

Survei dengue India temukan empat serotipe virus
Survei dengue India menemukan empat serotipe beredar bersamaan di delapan negara bagian dan UT. (Ilustrasi: AI)

NEW DELHI — survei dengue India menemukan empat serotipe virus dengue beredar bersamaan di delapan negara bagian dan wilayah persatuan, tepat saat negara itu bergerak menuju peluncuran vaksin dengue tahun depan. Temuan ini datang dari pemetaan nasional pertama yang disebut peneliti bisa memengaruhi strategi vaksinasi karena infeksi lintas serotipe dikaitkan dengan penyakit yang lebih berat.

Dampaknya langsung ke kebijakan kesehatan publik. Saat beberapa strain beredar dalam waktu yang sama, pengawasan virus tidak bisa lagi mengandalkan gambaran tunggal. Para peneliti menilai hasil ini menunjukkan dengue di India makin mengarah ke pola hiperendemis, dengan risiko wabah yang lebih sulit ditebak dan beban kasus berat yang berpotensi meningkat.

Survei dengue India dan temuan 4 serotipe

Studi surveilans molekuler berskala nasional itu dipimpin ICMR-National Institute of Virology, Pune. Tim menelaah 6.889 sampel dengue terkonfirmasi laboratorium yang dikumpulkan melalui 45 laboratorium virus research and diagnostic laboratories atau VRDLs di 25 negara bagian dan wilayah persatuan selama 2023 hingga 2025.

Hasilnya, sedikitnya dua serotipe dengue ditemukan bersirkulasi di setiap negara bagian dan wilayah persatuan yang masuk survei. Di delapan wilayah, empat serotipe ditemukan sekaligus: Andhra, Gujarat, Haryana, MP, Maharashtra, Rajasthan, Tamil Nadu, dan West Bengal.

Di 15 negara bagian dan wilayah persatuan lain, tiga serotipe masih beredar. Dua wilayah lainnya melaporkan sirkulasi dua serotipe. Pola ini membuat para peneliti menekankan bahwa pemantauan molekuler harus terus berjalan, bukan hanya saat kasus melonjak.

Serotipe dominan dan risiko dengue berat

Dalam data itu, DENV-2 muncul sebagai strain paling dominan dengan porsi 51% dari infeksi. Setelah itu ada DENV-3 sebesar 13%, DENV-1 sebesar 7%, dan DENV-4 sebesar 1%. Sekitar 7% pasien terinfeksi dua atau lebih serotipe dengue secara bersamaan.

Infeksi ganda ini jadi perhatian serius. Peneliti menemukan pasien dengan infeksi simultan lebih mungkin mengalami trombositopenia, manifestasi hemoragik, dan arthralgia dibanding pasien yang terinfeksi satu serotipe. Artinya, sirkulasi beberapa strain bukan sekadar catatan laboratorium. Ini berkaitan langsung dengan kemungkinan dengue berat yang lebih besar.

Karena itu, surveilans molekuler dianggap krusial untuk memantau perubahan sirkulasi virus, memperbaiki prediksi wabah, dan memberi arah pada strategi pengenalan vaksin. Para peneliti mencatat beberapa kandidat vaksin dengue sudah berada pada tahap lanjut pengembangan, sementara efektivitas vaksin bisa berbeda terhadap tiap serotipe.

Perbedaan regional juga terlihat jelas. Walau DENV-2 dominan di seluruh India, DENV-1 memiliki porsi lebih besar di Tamil Nadu sebesar 29%, Haryana 38%, dan Rajasthan 25%. DENV-3 lebih sering terdeteksi di Gujarat 30%, TN 29%, UP 29%, dan WB 20%.

Temuan itu membuat urusan vaksin tak bisa dipukul rata. Strategi imunisasi harus membaca komposisi serotipe di lapangan, karena data nasional justru menunjukkan pola yang berlapis-lapis. Di sejumlah wilayah, satu strain bisa jauh lebih menonjol daripada wilayah lain, dan itu bisa memengaruhi cara otoritas kesehatan menyusun prioritas pencegahan ketika vaksin dengue mulai diperkenalkan.

Peneliti menegaskan pengawasan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengantisipasi perubahan itu. “continuous molecular surveillance is essential to monitor changing dengue virus circulation, improve outbreak prediction and guide vaccine introduction strategies,” kata para peneliti seperti dikutip dari laporan tersebut.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda