Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

12 Rumah di Asrama Polisi Solo Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di kompleks Asrama Polisi Solo
Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang melahap bangunan di kompleks Asrama Polisi, Laweyan, Solo, Jumat (31/7). (Ilustrasi: AI)

SOLO — Kebakaran hebat melanda kompleks Asrama Polisi yang terletak di Jalan Bhayangkara, Kampung Panularan, Kecamatan Laweyan, Solo, pada Jumat (31/7/2026). Sebanyak 12 rumah milik anggota Polresta Surakarta hangus dilalap api, meninggalkan kerugian material yang signifikan bagi para penghuninya.

Pokok Peristiwa

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB tersebut berlangsung sangat cepat. Api baru berhasil dijinakkan sepenuhnya oleh petugas satu jam kemudian setelah 6 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Meski kobaran api sempat membesar dan menghanguskan bangunan, Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“Ada 12 rumah terbakar. Total ada 10 KK. Untuk penyebab masih kita dalami,” jelas Catur di lokasi kejadian.

Salah satu saksi mata, Satria, mengungkapkan bahwa api diduga muncul dari sebuah rumah yang berada di posisi ujung kompleks. Dirinya mengaku tidak sempat menyelamatkan harta benda berharga karena api merambat dengan sangat cepat. “Rumah saya ikut terbakar.

Konteks

Api diduga dari obat nyamuk bakar dan langsung membesar,” tutur Satria. Akibat kejadian ini, banyak dokumen penting milik penghuni yang ikut musnah terbakar.

Dampak langsung dari peristiwa ini memaksa pemerintah setempat bergerak cepat. Wali Kota Solo, Respati Ardi, telah menyiapkan tempat penampungan sementara bagi 10 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Mereka akan ditempatkan di Rumah Dinas Wali Kota Solo serta SDN Bumi yang berlokasi di Penumping, Laweyan.

“Kami tempatkan korban kebakaran sementara bisa menempati Rumdin Walkot Solo dan di SDN Bumi di Penumping, Laweyan,” ungkap Respati. Ia menegaskan bahwa Pemkot Solo saat ini tengah melakukan asesmen mendalam bersama BPBD untuk merencanakan proses pembangunan ulang serta rehabilitasi pasca bencana, dengan tetap berkoordinasi bersama pihak Polresta Surakarta.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Peristiwa kebakaran ini menambah daftar panjang insiden rumah terbakar di berbagai wilayah pada hari yang sama. Di Cirebon, Jawa Barat, musibah serupa berujung duka dengan ditemukannya seorang ayah dan bayi berusia enam bulan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepolisian setempat saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam menggunakan pendekatan scientific crime investigation untuk memastikan penyebab kematian korban.

Sementara itu, di wilayah Jawa Timur, Polres Pacitan juga tengah menangani kasus kriminal berbeda berupa pembobolan rumah milik seorang lansia yang mengakibatkan kerugian materiil hingga Rp350 juta.

Rentetan peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat luas untuk selalu memastikan keamanan rumah, terutama saat ditinggalkan dalam kondisi kosong atau saat menggunakan peralatan yang berisiko memicu api.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda