Jumat, 18 September 2026 WIB
BREAKING
KESEHATAN

Influenza A H3N2 Super Flu: Gejala Demam 39-40°C 3-5 Hari, Batuk Berat, Sesak Napas

Influenza A
Influenza A H3N2 Super Flu: Gejala Demam 39-40°C 3-5 Hari, Batuk Berat, Sesak Napas. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Kasus Influenza A H3N2, yang dijuluki ‘Super Flu’, dilaporkan melonjak di 13 provinsi Indonesia, dengan Jawa Timur dan Kalimantan Selatan mencatat proporsi tertinggi. Varian ini dikenal memiliki gejala lebih berat dibandingkan flu biasa dan telah terdeteksi bersirkulasi di Asia Tenggara, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat dan otoritas kesehatan.

Data dari Kementerian Kesehatan per 16 September 2026 menunjukkan aktivitas influenza musiman meningkat signifikan, terutama dengan dominasi subtipe A(H3N2) subclade K. Varian ini dianggap lebih ganas karena perubahan pada protein permukaannya, membuatnya lebih mudah menghindari kekebalan tubuh.

Apa Itu Influenza A H3N2 Subclade K?

Influenza A sebenarnya bukan virus baru. Virus ini merupakan salah satu penyebab utama influenza musiman pada manusia dan dapat menular melalui percikan pernapasan maupun kontak dengan permukaan yang terkontaminasi. Subtipe H3N2 telah menjadi pemicu wabah flu dan pandemi global selama bertahun-tahun.

Varian ‘subclade K’ merujuk pada mutasi terbaru virus H3N2 yang menunjukkan perubahan signifikan pada protein permukaannya. Hal ini membuat virus lebih efisien dalam menginfeksi dan bisa memicu gejala yang lebih parah. Istilah ‘Super Flu’ sendiri bukanlah istilah medis resmi, melainkan sebutan populer yang digunakan media untuk menggambarkan karakteristik varian H3N2 yang lebih agresif ini.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, jenis Influenza A yang beredar saat ini berbeda dengan subtipe H5 yang terkait dengan flu burung. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penanganan standar dan perlindungan kesehatan dasar tetap efektif untuk mengendalikan penyebaran.

Penyebaran Luas di 13 Provinsi dan Asia Tenggara

Kementerian Kesehatan mencatat, subclade K telah terdeteksi di 13 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan kasus terbanyak meliputi Jawa Timur dengan 23 kasus, Kalimantan Selatan 18 kasus, dan Jawa Barat 10 kasus. Provinsi lain yang juga terdampak antara lain Sumatera Selatan (5 kasus), Sumatera Utara (3 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), DI Yogyakarta (1 kasus), dan Sulawesi Utara (1 kasus).

Selain itu, DKI Jakarta, Aceh, Riau, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua juga telah melaporkan kasus.

Secara regional, laporan WHO untuk pekan epidemiologi ke-35 tahun 2026 menunjukkan peningkatan aktivitas influenza di Asia Tenggara. Positivity rate influenza di kawasan tersebut naik dari 13 persen pada pekan ke-33 menjadi 14 persen pada pekan ke-35. Negara-negara seperti Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, dan Vietnam mencatat peningkatan, dengan subtipe A(H3) paling banyak terdeteksi. Peningkatan ini konsisten dengan pola influenza musiman yang biasanya terjadi pada periode September-Oktober.

Gejala ‘Super Flu’ Lebih Berat dan Cepat Menular

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda