Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Betrand Peto Dituding Bikin Anak Sarwendah Tantrum, Nanda: Serius

Betrand Peto dituding bikin anak Sarwendah tantrum
Nanda Persada menilai tudingan terhadap Betrand Peto harus dibuktikan karena menyangkut nama baik. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Betrand Peto kembali terseret dalam polemik rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah setelah muncul tudingan yang menyebut kehadirannya di rumah menjadi salah satu penyebab anak-anak Sarwendah tantrum hingga harus berkonsultasi ke psikolog.

Tudingan itu langsung memantik reaksi. Nanda Persada menilai pernyataan semacam itu bukan perkara ringan karena menyangkut nama baik orang yang kini sudah dewasa, apalagi jika disampaikan tanpa bukti yang jelas.

Betrand Peto dan tudingan yang dinilai serius

Nanda Persada tak menampik bahwa kabar yang menyeret nama Onyo membuatnya prihatin. Ia menyebut tudingan tersebut berpotensi berkembang menjadi opini liar jika dibiarkan tanpa dasar yang kuat.

Dalam keterangannya, Nanda menegaskan bahwa pernyataan yang mengaitkan Onyo dengan kondisi psikologis anak-anak Sarwendah perlu dibuktikan. Menurut dia, sebuah tuduhan yang bisa merugikan pihak lain tidak boleh berhenti di level cerita atau asumsi.

"Yang pertama itu harus dibuktikan karena kalau enggak juga kan menyangkut nama baiknya Onyo ya. Betrand sudah 21 tahun dia sudah dewasa dan punya hak hukum juga dan dia juga harus menjaga kredibilitas nama baiknya," ujar Nanda Persada yang dikutip dari YouTube pada sabtu, 1 Agustus 2026.

Nanda Persada sorot nama baik dan hak hukum Onyo

Pernyataan Nanda juga menyorot posisi Betrand Peto yang kini sudah berusia 21 tahun. Bagi dia, usia itu membuat Onyo bukan lagi sekadar figur anak yang ikut terseret dalam konflik keluarga, melainkan sosok dewasa yang juga punya hak untuk melindungi reputasi dirinya.

Kalimat Nanda cukup tegas. Ia menekankan bahwa kredibilitas nama baik Onyo wajib dijaga. Tanpa bukti, tuduhan yang beredar justru bisa menempel lebih lama daripada penjelasan yang sebenarnya.

Ia juga mengaku kasihan melihat Onyo ikut terbawa dalam konflik yang menurutnya semula hanya terjadi antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Nanda menilai Onyo selama ini dikenal selalu mendampingi Ruben, terutama ketika presenter itu sedang berjauhan dengan anak-anaknya.

"Aku kasihan sih ngelihatnya Onyo yang segitu setia mendampingi Ruben di kala Ruben itu lagi merasa sendiri jauh dari anak-anak. Akhirnya terbawa-bawa dan dituduh lagi macam-macam. Ini kan tuduhan yang serius ya. Seolah Onyo itu mengganggu psikisnya anak-anak yang lain," katanya.

Yang dipersoalkan bukan cuma konflik keluarga

Di titik ini, perkara yang semula terlihat seperti konflik personal berubah jadi isu yang menyentuh reputasi. Soalnya, tudingan soal gangguan psikologis menyangkut hal sensitif dan bisa memengaruhi cara publik memandang seseorang dalam waktu panjang.

Buat figur publik seperti Onyo, efeknya juga tidak kecil. Sekali nama disebut dalam tuduhan serius, penjelasan yang datang belakangan sering kali harus bekerja lebih keras untuk melawan persepsi yang sudah terlanjur terbentuk. Karena itu, Nanda meminta semua pernyataan yang mengarah ke sana disertai bukti.

Menurut Nanda, pengalaman yang ia lihat justru menunjukkan suasana berbeda. Ia menyebut kehidupan mereka dulu lebih berwarna dan lebih seru ketika Onyo ada di dalamnya.

"Yang aku tahu justru dengan adanya Onyo tuh kehidupan mereka dulu lebih berwarna, lebih seru. Adik kakak yang baik saling sayang gitu. Aku enggak nyangka sih ada statement seperti itu. Dan itu harus dibuktikan. Kalau enggak dibuktikan itu akan menyangkut nama baiknya Onyo," lanjutnya.

Pernyataan itu mempertegas posisi Nanda: ia tidak mau tuduhan terhadap Betrand Peto dibiarkan menggantung. Dalam situasi seperti ini, pembuktian menjadi kata kunci. Tanpanya, nama baik Onyo bisa ikut terkikis oleh percakapan publik yang berputar cepat, apalagi di tengah polemik Ruben Onsu dan Sarwendah yang belum mereda.

Di tengah semua reaksi itu, satu pesan Nanda tetap paling menonjol: tuduhan yang menyeret nama seseorang, apalagi soal psikis anak-anak, tidak boleh dibiarkan mengambang. Harus ada bukti. Kalau tidak, reputasi yang terdampak bisa jauh lebih panjang daripada isu yang memicunya.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda