Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Doli Kurnia luncurkan 4 buku saat reuni aktivis

Doli Kurnia meluncurkan empat buku di depan ratusan aktivis pada Reuni Aktivis ADK SHOW Jakarta
Ahmad Doli Kurnia meluncurkan empat buku baru di Reuni Aktivis Arena Demokrasi & Kritik (ADK SHOW), Jakarta, Ahad (26/7) yang dihadiri ratusan aktivis, akademisi, dan tokoh senior. . (Ilustrasi: AI)

Tokoh Senior Berbagi Perspektif

Akbar Tandjung, legenda Partai Golkar, memberikan nasihat tentang kehormatan dan ketenaran. “Kehormatan dan ketenaran juga merupakan bagian dari cobaan. Karena itu, selalu membumi dan ingat pada janji-janji yang menanti untuk diwujudkan,” ujarnya.

Akbar juga menekankan bahwa demokrasi memerlukan kritik sekaligus keteraturan. “Hakikat demokrasi juga sebetulnya keteraturan. Kalau demokrasi tidak diatur, bisa kacau,” katanya.

Suharso Monoarfa, mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas, memberikan testimoni tentang kolaborasi dengan Doli dalam penyusunan Undang-Undang Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia memuji kejelian Doli saat mengusulkan perlunya Perpres untuk memastikan kapan pembangunan ibu kota dimulai.

Siti Zuhro dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menganggap Doli sebagai representasi kader Golkar dan HMI yang diperhitungkan. Meski demikian, ia menyampaikan catatan ringan: “Saya melihat Doli kurang punya sense of humor,” ucapnya, disambut tawa hadirin.

Figur Pegangan di Tengah Ketidakpastian

Aktivis senior Fachry Ali melihat potensi Doli sebagai pemimpin yang dapat memberikan pegangan di dinamika politik yang penuh ketidakpastian. “Di tengah politik praktis yang terasa seperti teka-teki, publik membutuhkan tonggak yang kuat. Salah satunya adalah Ahmad Doli Kurnia Tandjung,” ujar Fachry.

Acara tersebut menghadirkan figur-figur beragam dari berbagai spektrum.

Hadir Rocky Gerung, kritikus papan atas dengan tagline “No Rocky No Party”; Bursah Zarnubi, legenda aktivis Jakarta yang kini menjadi bupati di Kabupaten Lahat; Mardani Ali Sera dari PKS; serta Adian Napitupulu, anggota parlemen PDIP.

Dari akademisi: Titi Anggraini, pembina Perludem, dan Feri Amsari, pakar hukum tata negara. Jurnalis pun diwakili Budiman Tanuredjo, mantan Pemimpin Redaksi Harian Kompas, dan Arifin Ashydad, mantan Ketua Forum Pemred.

Hadir pula tokoh-tokoh senior lainnya seperti Marzuki Darusman, Jimly Assidiqie, dan MS Kaban.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda