Minggu, 2 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Banyak Laporan Travel Umrah Nakal, Kemenhaj Pastikan Tak Ada Ampun

Petugas pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap operasional travel umrah nakal
Kementerian Haji dan Umrah memastikan akan mengambil langkah tegas bagi travel umrah yang terbukti menelantarkan jemaah. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengambil langkah drastis untuk memberantas praktik penyelenggaraan perjalanan ibadah yang merugikan masyarakat. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan tidak ada ruang toleransi bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terbukti menelantarkan jemaah di Tanah Suci.

Instruksi ini keluar menyusul lonjakan laporan masyarakat terkait travel nakal. Banyak jemaah dilaporkan telantar, baik di Jeddah maupun Makkah, akibat kelalaian pihak agen. Modus yang sering ditemukan mencakup kegagalan penyediaan tiket pesawat hingga praktik penipuan layanan di lapangan yang membuat jemaah kehilangan haknya.

Sanksi Berat dan Jalur Pidana

Ketegasan Kemenhaj tidak main-main. Dahnil memerintahkan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah untuk melakukan pengawasan lebih ketat. Sanksi administratif berupa penutupan izin operasional akan dijatuhkan kepada travel yang terbukti melakukan pelanggaran, meskipun baru terjadi dalam satu kali kasus.

Selain pencabutan izin, pemerintah berkomitmen menyeret pelaku ke jalur hukum pidana. Pihak yang terlibat dalam praktik penipuan, termasuk oknum KBIHU maupun pelaku jual beli layanan badal dan dam palsu, tidak akan dilepaskan begitu saja. Langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera terhadap para pihak yang telah merugikan jemaah hingga nilai miliaran rupiah.

Kehadiran kebijakan ini menjadi krusial untuk memulihkan ekosistem penyelenggaraan ibadah. Pemerintah ingin membersihkan sektor ini dari oknum-oknum yang dinilai merusak nama baik ustaz maupun kiai yang tulus dalam berdakwah. Upaya perlindungan jemaah ini sekaligus merealisasikan komitmen Kemenhaj di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dampak bagi Industri dan Jemaah

Bagi calon jemaah, kebijakan ini membawa implikasi besar terhadap keamanan transaksi perjalanan mereka. Penindakan tegas terhadap travel nakal berfungsi sebagai filter agar penyelenggara yang tidak kredibel tidak lagi leluasa beroperasi.

Dengan pengawasan yang ketat dari Kemenhaj, diharapkan risiko penelantaran jemaah dapat ditekan, sementara kepercayaan publik terhadap industri travel umrah dapat kembali terjaga.

Industri penyelenggara perjalanan ibadah kini menghadapi babak baru di mana integritas menjadi taruhan utama. Kemenhaj menegaskan bahwa seluruh elemen di dalam kementerian maupun penyedia jasa harus menjaga integritas dan dilarang keras menjadikan jemaah sebagai komoditas perdagangan.

Langkah pembersihan ini diperkirakan akan mengubah peta persaingan usaha, di mana hanya travel dengan standar layanan bertanggung jawab yang dapat bertahan di pasar. Ke depan, pengawasan akan terus ditingkatkan seiring dengan persiapan berbagai tahapan layanan haji dan umrah berikutnya.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda