KUPANG — Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan sekadar mengincar kursi di parlemen pada Pemilu 2029. Ada target jauh lebih besar yang sudah diperhitungkan, hanya belum diumumkan ke publik.
Pokok Peristiwa
Pernyataan itu disampaikan saat Jokowi menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 1 Agustus 2026. Dengan puluhan kader PSI memenuhi lokasi, mantan kepala negara itu membuka kartu soal strategi partai berlambang gajah tersebut.
“Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang pingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini,” ujar Jokowi di hadapan para kader.
Meskipun misterius soal rincian targetnya, Jokowi terang-terangan menyebut PSI sudah memiliki kalkulasi matang untuk menembus parlemen lima tahun lalu. Antusiasme kader yang memenuhi Rakorda di Kupang dilihatnya sebagai modal kuat mewujudkan ambisi itu. Jokowi juga mengingat pengalaman serupa saat Rakorda di Lampung yang sama padatnya.
“Kalau Rakorda di tingkat Kota Kupang penuh seperti ini, apa yang kita takutkan? Apa yang kita khawatirkan?” tambahnya.
Konteks
Menurut Jokowi, kekuatan organisasi bukan hanya soal jumlah kursi parlemen. Struktur yang kokoh dari DPRD hingga tingkat desa jauh lebih penting. Ia menargetkan penguatan organisasi PSI di semua lapis administratif untuk membangun fondasi politiknya secara menyeluruh.
“Yang saya targetkan, dari DPRD sampai kepengurusan desa terbentuk dan inilah kekuatan besar Partai Gajah,” katanya.
Momentum NTT Terlalu Kuat untuk Dilewatkan
Dampak dan Langkah Berikutnya
Jokowi pun memuji perkembangan PSI di NTT. Tren pertumbuhan kursi partai di provinsi itu menunjukkan garis naik mencolok dalam dua pemilu terakhir.
Pada Pemilu 2019, PSI meraih hanya 11 kursi di DPRD NTT. Lima tahun kemudian, di Pemilu 2024, angka itu melompat drastis menjadi 34 kursi. Momentum ini membuat Jokowi yakin NTT akan menjadi salah satu basis kekuatan utama PSI dalam kontestasi 2029.
Pertumbuhan tiga kali lipat dalam lima tahun menunjukkan penetrasi PSI ke daerah timur Indonesia semakin dalam. Jokowi melihat hal itu sebagai bukti kerja keras kader dan daya tarik program partai terhadap masyarakat lokal.
Permintaan Jokowi kepada pengurus dan kader tetap tegas: lebih giat memperkenalkan PSI ke rumah-rumah masyarakat. Perjuangan tak bisa sekadar andalkan pusat; dibutuhkan gerak di akar rumput untuk membangun kesadaran politik yang kuat di tingkat komunitas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.