Dan bagi publik yang mengikuti perkembangan kebebasan berekspresi, langkah pengadilan di Casablanca ini menunjukkan bahwa proses hukum terhadap suara-suara kritis belum sepenuhnya mereda.
Omar Radi, jurnalis investigasi dan aktivis hak asasi manusia asal Maroko yang sebelumnya dipenjara karena mengkritik seorang hakim, pernah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa El Youbi adalah “the most outspoken and politically direct Moroccan rapper”. Pernyataan itu menempel kuat pada kasusnya sekarang, sebab label itu ikut menjelaskan mengapa penangkapannya langsung memantik perhatian.
Di saat yang sama, para pendukung El Youbi juga menautkan kasus ini dengan gelombang protes Gen Z yang muncul tahun lalu di Maroko, menuntut layanan kesehatan yang lebih baik dan reformasi pendidikan. Seorang pendukung mengatakan penangkapan itu mencerminkan “intensified repression linked to the Gen Z movement”.
Kelompok pendukung yang sama menyebut masih ada “600 people” dalam tahanan sejak Autumn 2025, dengan beberapa vonis yang disebut mencapai 15 years in prison. Data itu sejalan dengan laporan Moroccan Association for Human Rights pada October, yang menyebut 600 orang telah ditahan karena ikut serta dalam protes.
Dengan pembebasan sementara ini, sorotan berikutnya bergeser ke ruang sidang. Untuk El Youbi, tanggal 2 Oktober 2026 bukan sekadar agenda hukum biasa. Itu titik penentu, apakah kebebasan sementaranya berubah jadi akhir dari penahanan, atau justru babak baru dalam perkara yang masih membayangi namanya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.