Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Mengenang Sosok Trisno PAS Band, Bassis Legendaris yang Tutup Usia di 55 Tahun

Mengenang Sosok Trisno PAS Band, Bassis Legendaris yang Tutup Usia di 55 Tahun
Mengenang Sosok Trisno PAS Band, Bassis Legendaris yang Tutup Usia di 55 Tahun

BANDUNG — Trisno PAS Band, yang nama aslinya Bambang Sutrisno, meninggal dunia pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di Bandung dalam usia 55 tahun. Kabar duka ini langsung menyentuh keluarga, rekan satu band, dan pencinta musik Tanah Air yang selama ini mengenalnya lewat permainan bass bersama PAS Band.

Kepergian Trisno PAS Band juga mengingatkan publik bahwa sosok di balik panggung rock itu bukan hanya musisi. Di luar kiprahnya di dunia hiburan, ia menjalani profesi sebagai guru bahasa Jerman.

Trisno PAS Band dan jejak panjang di Bandung

Trisno lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 16 Agustus 1970. Ia menghabiskan sebagian besar hidupnya di kota itu, dan Bandung menjadi ruang yang lekat dengan perjalanan pribadi maupun karier musiknya.

Di dunia musik, ia lebih dikenal dengan nama Trisno atau Trisnoize. Nama itu melekat sejak awal perjalanan kariernya bersama PAS Band sampai akhir hayatnya. Bagi banyak pendengar, nama itu identik dengan suara bass yang menjadi salah satu penopang karakter PAS Band.

Nama Trisno PAS Band tak bisa dilepaskan dari peran besarnya sebagai pemain bass. Ia menjadi bagian penting dari grup musik rock tersebut selama puluhan tahun. Permainan bassnya ikut membentuk warna musik PAS Band yang memadukan unsur rock, alternatif, punk, hingga crossover.

Warna musik PAS Band yang ikut dibangun Trisno PAS Band

Bersama para personel lain, Trisno ikut mengantarkan PAS Band menjadi salah satu band rock yang bertahan lintas generasi. Itu bukan perkara kecil. Dalam dunia musik yang terus berganti selera, bertahan lama berarti juga menjaga identitas.

Peran Trisno ada di sana. Bukan di depan panggung dengan sorotan utama, melainkan di bagian yang sering justru menentukan napas sebuah lagu. Bassnya memberi dasar, ritme, dan energi yang membuat karakter PAS Band terasa utuh.

Hal menarik lain dari perjalanan Trisno di PAS Band adalah kebersamaannya dengan sang kakak, Bengbeng. Di dalam band, Bengbeng mengisi posisi gitaris, sementara Trisno memainkan bass. Kekompakan keduanya menjadi salah satu fondasi perjalanan panjang PAS Band hingga dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda