Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF, Kim Sang-sik Malah Bongkar Kelemahan Vietnam

Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF, Kim Sang-sik Malah Bongkar
Jelang Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF, Kim Sang-sik Malah Bongkar

Stadion Pakansari, Bogor, bakal menjadi saksi bisu pertaruhan gengsi antara Indonesia dan Vietnam di babak penyisihan Grup A Piala AFF 2026. Senin, 3 Agustus 2026, menjadi tanggal yang dilingkari merah oleh kedua kubu. Namun, kejutan datang dari kubu tim tamu. Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, justru blak-blakan membongkar kelemahan krusial anak asuhnya tepat sebelum peluit sepak mula dibunyikan.

Kim mengakui timnya punya celah lebar di sektor gelandang bertahan. Sebuah pengakuan yang cukup berani, mengingat laga kontra skuad Garuda bukan sekadar pertandingan biasa. Masalah ini sebenarnya sudah mengakar.

Skuad berjuluk The Golden Star Warriors itu tidak memiliki jangkar murni yang bisa berdiri kokoh di depan barisan bek. Praktis, lini tengah mereka menjadi titik paling rapuh saat mendapat gempuran balik.

Eksperimen yang Belum Maksimal

Selama beberapa pertandingan terakhir, Kim mencoba mengutak-atik komposisi pemain. Hoang Duc dan Nguyen Quang Hai sering dipaksa menempati pos sentral. Padahal, insting alami keduanya adalah menyerang. Keduanya lebih nyaman bergerak di sepertiga akhir lawan ketimbang harus berjibaku memutus alur serangan lawan di tengah lapangan.

Pola ini jelas meninggalkan lubang. Saat kehilangan bola, Vietnam sering terlambat melakukan transisi bertahan. Dampaknya fatal. Lawan dengan mudah melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti atau melancarkan serangan balik kilat. Tim yang mengandalkan kecepatan transisi, seperti Indonesia, tentu bakal melihat ini sebagai peluang emas untuk mendulang gol.

Kim tidak mencoba menutup-nutupi kenyataan pahit tersebut. Ia mengaku sudah membedah rekaman pertandingan bersama jajaran staf kepelatihan untuk mencari jalan keluar.

Menurut laporan The Thao247, pelatih asal Korea Selatan itu menyadari bahwa keseimbangan adalah harga mati dalam turnamen seketat Piala AFF. Ia tahu betul jika lubang di lini tengah tidak segera ditambal, malapetaka akan datang di Stadion Pakansari.

Ketergantungan pada Sang Penjaga Gawang

Di tengah ketidakpastian formasi di lini kedua, Kim Sang-sik memilih menaruh harapan besar pada barisan belakang. Ia sadar betul bahwa pertahanan adalah satu-satunya cara untuk meredam agresivitas tim lawan jika gelandang mereka gagal memutus aliran bola. Sang pelatih memberikan suntikan kepercayaan diri tinggi kepada sosok Patrik Le Giang di bawah mistar gawang.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda