Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Kabar Buruk untuk Vietnam! Timnas Indonesia Punya Rekam Jejak Manis di Stadion Pakansari

Kabar Buruk untuk Vietnam! Timnas Indonesia Punya Rekam Jejak Manis di Stadion
Kabar Buruk untuk Vietnam! Timnas Indonesia Punya Rekam Jejak Manis di Stadion

BOGOR — Stadion Pakansari kembali menjadi arena penentu bagi Timnas Indonesia. Skuad Garuda dijadwalkan menjamu Vietnam dalam laga ketiga Grup A Piala AFF 2026, Senin (3/8/2026). Pertandingan ini bukan sekadar perebutan angka, melainkan ujian krusial untuk mengunci satu tiket ke babak semifinal.

Indonesia menatap laga ini dengan modal kepercayaan diri tinggi. Skuad besutan John Herdman mengantongi enam poin dari dua laga sebelumnya. Tambahan tiga poin di Cibinong akan memastikan posisi Indonesia sebagai tim pertama yang melaju ke fase gugur. Sementara itu, Vietnam berada di bawah tekanan besar setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Singapura.

Nostalgia Pakansari 2016

Stadion Pakansari menyimpan memori yang cukup emosional bagi kedua kesebelasan. Pada semifinal Piala AFF 2016, Indonesia berhasil menaklukkan Vietnam dengan skor 2-1 di stadion yang sama.

Kala itu, Hansamu Yama membuka keunggulan cepat pada menit ketujuh melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Rizky Pora.

Vietnam sempat menyamakan kedudukan melalui penalti Nguyen Van Quyet di menit ke-17, sebelum akhirnya Boaz Solossa memastikan kemenangan Indonesia lewat eksekusi penalti pada babak kedua.

Rekam jejak historis ini menjadi beban psikologis bagi tim tamu. Dari 13 kali pertemuan sepanjang sejarah Piala AFF, Indonesia baru mencatatkan tiga kemenangan atas Vietnam. Pertarungan di Pakansari nanti akan menjadi pembuktian apakah magis stadion ini masih berpihak pada skuad Garuda.

Tekanan di Kubu Vietnam

Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, menanggapi serius laga ini. Meski timnya memiliki sisa pertandingan melawan Kamboja, sang pelatih menegaskan bahwa fokus utama saat ini sepenuhnya untuk menantang Indonesia.

Uniknya, di tengah sorotan tajam suporter, muncul isu bahwa Vietnam mempertimbangkan untuk mengganti jersey utama berwarna merah menjadi putih, menyusul anggapan adanya ketidakberuntungan pada seragam yang mereka kenakan saat ditahan imbang Singapura.

Meski tidak sepenuhnya mempercayai kaitan warna jersey dengan hasil di lapangan, Kim Sang-sik mengakui isu tersebut sempat menjadi bahan pemikiran timnya. Namun, di luar urusan teknis seragam, tantangan nyata bagi Vietnam adalah membongkar pertahanan Indonesia yang sejauh ini tampil disiplin.

Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi pembaca dan pecinta sepak bola nasional karena hasil akhir akan menentukan peta persaingan Grup A. Skuad Garuda yang sedang dalam tren positif diprediksi akan bermain agresif untuk mengamankan poin penuh di depan publik sendiri.

Kondisi kebugaran pemain menjadi faktor krusial, terutama setelah laporan absennya Marselino pada sesi latihan terakhir, yang menuntut kedalaman skuad racikan John Herdman untuk tetap solid di tengah ketatnya jadwal turnamen.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda