Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Perbandingan Jarak Tempuh Mobil Listrik 2026: Dari 200km Sampai 770km

perbandingan jarak tempuh mobil listrik 2026 byd tesla mercedes
Perbandingan Jarak Tempuh Mobil Listrik 2026: Dari 200km Sampai 770km. Credit: Dok. JournalArta

Catatan: Data uji nyata (Real Test) dilakukan dalam kondisi jalanan Indonesia, dengan AC menyala, perkiraan kemacetan, dan kecepatan rata-rata 80-100 km/jam.

Juara Range 2026 Berdasarkan Kategori

Dari daftar di atas, beberapa model menonjol berdasarkan kategori spesifik kebutuhan pengguna:

A. Jarak Tempuh Terjauh

Mercedes EQS 450+ memimpin dengan klaim jarak tempuh 770 km. Mobil ini sangat cocok bagi eksekutif atau mereka yang sering melakukan perjalanan luar kota tanpa perlu khawatir mencari stasiun pengisian daya.

B. Range Terbaik di Bawah 1 Miliar

Untuk segmen harga di bawah satu miliar Rupiah, BYD Seal Performance dengan 650 km dan BYD Atto 3 Extended dengan 480 km menawarkan rasio harga versus jarak tempuh yang sangat kompetitif.

C. EV Paling Efisien

Hyundai Ioniq 6 menonjol dalam efisiensi dengan konsumsi energi sekitar 7,9 km/kWh. Dengan kapasitas baterai 77,4 kWh, mobil ini mampu mencapai 614 km, menjadikannya salah satu pilihan paling hemat energi.

D. City Car Terbaik

Wuling Air ev (varian Long Range) dengan jarak tempuh 300 km menjadi pilihan ideal untuk penggunaan di perkotaan. Kapasitas ini cukup untuk menunjang aktivitas harian seperti pulang-pergi kantor selama seminggu penuh tanpa perlu mengisi daya.

Faktor yang Mempengaruhi Jarak Tempuh Asli

Jarak tempuh yang tertera di brosur atau hasil uji standar seringkali berbeda dengan pengalaman nyata. Beberapa faktor utama yang memengaruhi jarak tempuh sesungguhnya meliputi:

  • Gaya Mengemudi: Pengemudian agresif dengan akselerasi dan pengereman mendadak dapat mengurangi jarak tempuh hingga 20%.
  • Penggunaan AC dan Cuaca: Penggunaan AC di cuaca panas, seperti 35°C, dapat memotong jarak tempuh 10-15%.
  • Muatan dan Tanjakan: Mengangkut lima penumpang penuh beserta barang akan mengurangi jarak tempuh sekitar 15%. Kondisi jalan menanjak juga membutuhkan energi lebih.
  • Kecepatan: Berkendara pada kecepatan tinggi, misalnya 120 km/jam, lebih boros energi dibanding 80 km/jam, dengan perbedaan mencapai 25%.
  • Kondisi Jalan: Lalu lintas padat dengan pola stop-and-go di perkotaan lebih menguras baterai dibandingkan berkendara stabil di jalan tol.
Halaman:123Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda