Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Spider-Man: Brand New Day Dinilai Jadi Film MCU Terbaik

Spider-Man
Spider-Man

JAKARTA — Spider-Man: Brand New Day disebut memberi napas baru pada Marvel Cinematic Universe yang lama dianggap kehilangan kejutan. Dalam ulasan yang dilansir The Verge, film ini bahkan dipuji sebagai film Marvel terbaik dalam beberapa tahun terakhir setelah masa lesu pasca-Endgame.

Kekuatan utamanya ada pada Peter Parker yang kembali berdiri sendirian. Semua orang di sekelilingnya telah melupakan Spider-Man, termasuk MJ dan Ned, dan itu membuat cerita bergerak dari sekadar laga ke ruang yang jauh lebih personal. Berat. Sunyi. Tapi justru di situlah film ini disebut menemukan tenaga emosionalnya.

Peter Parker yang hidup sendiri

Menurut ulasan tersebut, Peter Parker yang dimainkan Tom Holland kini harus menjalani hidup tanpa Aunt May, tanpa Tony Stark, tanpa MJ, tanpa Ned, bahkan tanpa Happy Hogan sebagai penopang. Situasi itu membuat perjalanan barunya bukan hanya soal menyelamatkan kota, melainkan soal bertahan ketika semua hal yang dulu memberi rumah sudah hilang.

The Verge menulis bahwa film ini menampilkan “best Marvel film in years” setelah ketertarikan pada MCU sempat turun sejak Avengers: Endgame dan WandaVision. Ulasan itu juga menyinggung bagaimana karakter Peter tetap terasa hangat di mata penonton, meski hidupnya berantakan dan nyaris tak punya orang untuk berpulang.

Di titik ini, Spider-Man: Brand New Day tidak hanya mengandalkan kostum merah-biru, efek ayun, atau kejar-kejaran di jalanan. Ceritanya justru memeras emosi dari kehilangan, ingatan yang terhapus, dan beban tanggung jawab yang tidak pernah benar-benar pergi dari bahu Peter Parker.

Aksi, emosi, dan villain yang mengganggu kepala

Ulasan The Verge menyebut film ini juga membawa kembali karakter intro Marvel yang spesifik, dibarengi musik piano yang sedih. Detail kecil seperti itu dipakai untuk menegaskan bahwa perjalanan Peter kali ini memang dibangun sebagai kisah yang muram, bukan sekadar petualangan pahlawan super biasa.

Di sisi lain, hadir pula penjahat dengan kemampuan mengendalikan pikiran. Sosok ini membuat situasi makin tidak nyaman, apalagi ketika ulasan itu menggambarkan ada momen-momen mencekam saat kontrol pikiran menyebar ke tubuh lain dan mengacaukan banyak hal di sekeliling Peter. Nuansanya gelap. Tidak nyaman. Justru itu yang ditonjolkan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda