Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

5 Negara Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino di Pilpres FIFA 2027-2031

5 Negara Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino di Pilpres FIFA 2027-2031
5 Negara Cabut Dukungan untuk Gianni Infantino di Pilpres FIFA 2027-2031

JAKARTA — Posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA kini berada dalam ancaman serius. Hingga Selasa (4/8/2026), sebanyak lima federasi sepak bola nasional secara resmi menarik dukungan mereka untuk pencalonan Infantino pada periode 2027-2031. Aksi ini dipicu oleh polemik rencana komersialisasi Piala Dunia yang memicu kritik keras dari berbagai pihak.

Federasi Sepak Bola Wales (FAW) menjadi organisasi pertama yang memantik gerakan ini pada Senin (3/8/2026). Langkah FAW cukup mengejutkan mengingat mereka sebelumnya merupakan salah satu pendukung awal Infantino. Namun, FAW menilai kebijakan komersialisasi yang diusung sang Presiden sudah melampaui batas etika sepak bola yang dapat diterima.

Gelombang Penolakan Meluas

Tidak butuh waktu lama bagi gelombang penolakan ini untuk membesar. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyusul dengan mengambil sikap serupa.

Keputusan FA tersebut diambil setelah UEFA menyatakan tengah mempertimbangkan berbagai jalur hukum—mulai dari proses litigasi, arbitrase, hingga pengaduan regulasi—terkait kebijakan Infantino. Upaya hukum UEFA ini ditegaskan dalam surat resmi yang dikirimkan kepada FIFA pada 31 Juli 2026.

Gerakan ini kemudian merambat ke negara-negara lain. Berdasarkan laporan Reuters, Federasi Sepak Bola Serbia (FSS) dan Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF) resmi mencabut dukungan mereka. Kedua asosiasi ini menyoroti minimnya transparansi dalam proposal pembentukan FIFA Forward Enterprises (FFE) yang dianggap diajukan tanpa proses konsultasi memadai dengan negara-negara anggota FIFA.

Menyusul langkah-langkah di atas, Federasi Sepak Bola Georgia turut menyatakan sikap serupa. Hingga Selasa siang WIB, kelima federasi tersebut kini berseberangan dengan agenda utama kepemimpinan Infantino.

Dinamika ini memberikan tekanan besar bagi FIFA, terlebih dengan adanya laporan dari Sky Sports yang menyebutkan bahwa sejumlah federasi lain berpotensi mengeluarkan pernyataan serupa dalam beberapa hari ke depan.

Implikasi Bagi Tata Kelola Sepak Bola

Bagi industri sepak bola global, aksi pencabutan dukungan ini menjadi sinyal adanya ketidakpuasan mendalam terhadap model bisnis yang ditawarkan oleh kepemimpinan saat ini. Jika penolakan terus meluas, peta kekuatan dalam pemilihan Presiden FIFA 2027 diprediksi bakal mengalami perubahan drastis.

Ketegangan antara FIFA dan konfederasi seperti UEFA mencerminkan keretakan hubungan yang serius. Publik kini menunggu langkah balasan dari pihak FIFA terkait isu penjualan hak komersial Piala Dunia yang belakangan bocor ke ruang publik.

Bagi para pemangku kepentingan, keberlanjutan rencana ini bukan sekadar soal bisnis, melainkan pertaruhan kredibilitas organisasi sepak bola dunia di mata publik dan anggotanya.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda