Bagas Maulana resmi menanggalkan statusnya sebagai spesialis ganda putra. Juara All England 2022 ini banting setir ke sektor ganda campuran, sebuah keputusan mengejutkan yang diambil PBSI untuk menyegarkan komposisi pemain di Pelatnas Cipayung.
Langkah drastis ini bukan sekadar coba-coba, melainkan hasil analisis mendalam terhadap gaya bermain sang atlet yang dinilai lebih efektif jika diletakkan di area belakang lapangan dalam pola permainan ganda campuran.
Panggung perdana untuk karier baru Bagas sudah disiapkan. Ia bakal berduet dengan Indah Cahya Sari Jamil. Pasangan anyar ini dijadwalkan turun pertama kali di turnamen Pontianak International Challenge 2026.
Penampilan mereka di Kalimantan nanti akan menjadi tolak ukur nyata seberapa cepat Bagas mampu beradaptasi dengan ritme permainan yang menuntut perbedaan pola pikir dan koordinasi antar-pasangan yang jauh lebih kompleks dibanding ganda putra.
Analisis Teknis sang Pelatih
Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, membeberkan alasan logis di balik pergeseran sektor ini. Bagas memiliki atribut yang pas untuk menjalankan peran sebagai motor serangan di ganda campuran. Anton melihat ada kecocokan antara postur serta kekuatan otot Bagas dengan tuntutan peran laki-laki dalam ganda campuran yang menghabiskan mayoritas durasi permainan di area belakang.
Anton menjelaskan, ganda campuran menuntut sang pemain putra untuk tampil dominan di belakang lapangan hingga 70 persen durasi pertandingan. Ini adalah makanan sehari-hari bagi pemain ganda putra.
Dengan rekam jejaknya selama ini, Bagas dipandang sudah memiliki bekal teknis dan daya ledak yang dibutuhkan untuk menekan lawan dari area servis belakang. Anton tidak melihat ada hambatan berarti secara fisik. Bagas punya modal untuk itu.
Selama bertahun-tahun di ganda putra, Bagas memang dikenal sebagai sosok yang bertugas membuka serangan. Rekam jejaknya saat berpasangan dengan Leo Rolly Carnando, Muhammad Putra Erwiansyah, maupun Muhammad Shohibul Fikri membuktikan kemampuannya mengolah bola dari area belakang.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi jangkar bagi Bagas untuk menyesuaikan diri dengan irama ganda campuran yang lebih mengandalkan akurasi penempatan bola di depan net daripada sekadar adu kencang smes.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.