NAGOYA, JOURNALARTA.COM – Pesta olahraga Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026 terus bergulir sejak 19 September hingga 4 Oktober mendatang di Prefektur Aichi dan Kota Nagoya, Jepang. Lebih dari 15.000 atlet dari 45 negara bersaing memperebutkan 469 medali dari 41 cabang olahraga. Kontingen Indonesia mengirimkan sekitar 430 atlet di 35 cabor, dengan target awal membawa pulang 4 medali emas, termasuk salah satunya dari nomor esports.
Hingga update terbaru pada 25 September 2026 pukul 21.23 WIB, China masih kokoh di puncak klasemen dengan perolehan fantastis 80 medali emas. Dominasi Negeri Tirai Bambu ini diikuti oleh tuan rumah Jepang dan Korea Selatan yang menempati posisi tiga besar.
Dominasi China dan Peringkat Indonesia
Berikut adalah perolehan medali sementara Asian Games 2026 per 25 September 2026:
| Rank | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | China | 80 | 30 | 20 | 130 |
| 2 | Jepang | 20 | 34 | 37 | 91 |
| 3 | Korea Selatan | 10 | 12 | 28 | 50 |
| 4 | Kazakhstan | 8 | 8 | 9 | 25 |
| 5 | Uzbekistan | 6 | 12 | 8 | 26 |
| 6 | Iran | 6 | 10 | 4 | 20 |
| 7 | Thailand | 5 | 4 | 7 | 16 |
| 16 | Indonesia | 1 | 4 | 15 | 20 |
Perjalanan Indonesia di Asian Games 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 23 September pagi, Indonesia masih berada di posisi 20 tanpa medali emas, dengan 1 perak dan 7 perunggu. Kemudian pada 24 September pukul 06.00 WIB, posisi Indonesia sempat turun ke peringkat 23 dengan 0 emas, 1 perak, dan 12 perunggu. Namun, per 24 September pukul 21.23 WIB, Indonesia berhasil naik drastis ke peringkat 16, mengoleksi 1 emas, 4 perak, dan 15 perunggu, dengan total 20 medali.
Momen Emas Perdana Indonesia
Medali emas pertama bagi Indonesia datang dari cabang bulutangkis beregu putra. Ini adalah momen dramatis. Pada 24 September sore, tim bulutangkis beregu putra Indonesia berhasil melakukan comeback sensasional dengan mengalahkan China 3-2 di partai final.
Sempat tertinggal 0-2 setelah Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah, tim Merah Putih bangkit luar biasa. Alwi Farhan memulai kebangkitan dengan mengalahkan Shi Yuqi. Kemudian, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menumbangkan He Ji Ting/Liu Yi. Kemenangan penentu datang dari tunggal putra terakhir, Moh. Zaki Ubaidillah, yang bermain heroik dan berhasil menaklukkan Weng Hong Yang dengan skor 23-21, 21-13. Kemenangan ini memastikan emas pertama untuk Indonesia.
Sebelumnya, pada 23 September, Indonesia telah mengamankan satu medali perak dari Sumaya di nomor Teqball tunggal putri. Sejumlah perunggu juga telah diraih, termasuk dari Cok Istri Agung Sanistyrani (Karate kumite -55kg), Eugenia Diva Widodo (Wushu Changquan putri), Seraf Naro (Wushu Changquan putra), Vallensia Fahira Hotmauli (MMA -54kg), Tim Soft Tenis beregu putra, Yoga Ardika (Teqball), dan Tim Badminton beregu putri (Putri KW, Rachel/Febi) yang kalah dari China di semifinal.
Perjalanan Asian Games 2026 masih panjang, dengan 16 hari kompetisi tersisa dan 469 medali yang diperebutkan. Tim menembak Indonesia, dengan Derli Amalia, Arista Perdana, dan Rihadatul Asyifa, juga menjadi salah satu harapan untuk menambah pundi-pundi medali.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.