Selasa, 3 November 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Keterampilan Lulusan Era AI: Adaptif dan Mampu Berkolaborasi

Keterampilan Lulusan Era AI
Keterampilan Lulusan Era AI

BALI — Keterampilan lulusan era AI perlu mencakup adaptabilitas dan kemampuan berkolaborasi, kata Rektor BINUS University Dr. Nelly dalam diskusi pendidikan tinggi di Bali, Selasa, 03 November 2026. Pesannya menyentuh kebutuhan nyata dunia kerja: kemampuan teknis saja tidak cukup untuk membantu lulusan tetap relevan saat teknologi berkembang pesat.

Nelly menyampaikan pandangan itu dalam panel QS Higher Ed Summit Asia-Pacific 2026 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua. Diskusi bertema “The Skills Advantage: Preparing Asia Pacific for the Next Economy” tersebut membahas kesiapan talenta menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi.

Keterampilan lulusan era AI tak berhenti pada kemampuan teknis

Perubahan dunia kerja mendorong perguruan tinggi menyiapkan mahasiswa dengan bekal yang lebih luas daripada penguasaan perangkat atau bidang teknis. Menurut Nelly, lulusan perlu mampu menyesuaikan diri, bekerja bersama orang lain, dan menguatkan keterampilan manusiawi atau human skills.

Intinya sederhana. Teknologi dapat mengubah cara kerja, tetapi lulusan tetap perlu memahami kebutuhan orang lain, berkomunikasi, dan berkontribusi dalam tim. Keterampilan seperti ini membantu seseorang menerapkan kemampuan teknis sesuai persoalan yang dihadapi, bukan sekadar menguasai alat.

Dalam konteks kecerdasan buatan, kebutuhan tersebut terasa ketika pekerjaan dan proses kerja ikut berubah. Lulusan yang adaptif dapat merespons perubahan, sementara kolaborasi membantu mereka menyatukan keahlian dengan rekan kerja.

Bekal itu menjadi penting agar pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan orang yang terampil menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata bagi perekonomian.

Apa yang dibahas panel pendidikan tinggi di Bali?

Panel QS Higher Ed Summit Asia-Pacific 2026 mempertemukan Nelly dengan sejumlah pemimpin dari perusahaan teknologi dan pendidikan. CEO QS Quacquarelli Symonds Jessica Turner memandu diskusi tersebut.

Panelis lainnya adalah Country Manager Intel Corporation Harry K. Nugraha, Head of Asia, Enterprise Coursera + Udemy Rohit Kalsy, serta President Director HP Indonesia Juliana Cen. Kehadiran peserta dari perguruan tinggi dan industri membuat pembahasan keterampilan lulusan terkait langsung dengan kebutuhan kerja dan perkembangan teknologi.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

Uji dirimuTes Logika Ringan: 10 Soal Asah Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis