BUOL — Internet membantu Wayan Sudiarsa merawat kebun kakao seluas 0,75 hektare di Desa Langudon, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, sejak jaringan 4G masuk pada 2022. Dari satu ponsel yang dipakai bersama istrinya, Iloh, pasangan ini kini mencari informasi budidaya sekaligus memantau harga kakao.
Perubahan itu terasa langsung di desa pegunungan yang sebagian besar warganya bertani. Dari 120 kepala keluarga di Langudon, 100 orang bekerja sebagai petani. Bagi Wayan dan Iloh, koneksi internet bukan sekadar memudahkan komunikasi: layar ponsel ikut membantu keputusan soal kebun dan penjualan hasil panen.
Bagaimana internet membantu petani kakao Buol?
Wayan biasanya mulai bekerja sekitar pukul 05.00 WITA. Ia memeriksa 300 pohon kakao, memangkas daun yang perlu dirapikan, mengoleskan pestisida untuk mencegah penggerek buah kakao (PBK), lalu memilih buah yang siap dipetik. Pekerjaan kebun umumnya selesai sekitar pukul 09.00 WITA.
Namun, urusan pasar lebih banyak ditangani Iloh. Ia menghubungi pengepul, mengecek harga, dan mengikuti pergerakan kurs dolar AS yang memengaruhi harga kakao. Dengan begitu, ponsel yang digunakan berdua menjadi alat kerja rumah tangga tani, bukan hanya sarana berkirim pesan.
Wayan memakai internet untuk belajar. Ia mencari video tentang perawatan kakao dan penanganan hama di YouTube, lalu melengkapi informasi itu dengan bimbingan penyuluh pertanian setempat. Sejak jaringan tersedia, ia juga mencoba membuat pupuk organik dari bahan dapur untuk tanaman mangga di pekarangan.
“Lumayan hasilnya buat coba-coba. Tapi kalau untuk pupuk kakao, lebih baik beli,” ujar Wayan.
Hama kakao mendorong petani mencari cara baru
PBK menjadi masalah serius bagi petani di Langudon sejak sekitar 2010. Hama itu merusak bagian dalam buah dan menurunkan kualitas biji. Kerusakan tersebut pernah membuat sejumlah petani memilih menebang pohon kakao.
Petani kemudian mengembangkan cara budidaya yang lebih sesuai dengan kondisi kebun. Salah satunya menggunakan varietas BR-25, yang batangnya lebih pendek sehingga petani lebih mudah mengoleskan obat pembasmi hama. Mereka juga menerapkan sambung pucuk, dengan menggabungkan batang bawah kakao lokal dan batang atas BR-25.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.