NAGOYA, JOURNALARTA.COM — Klasemen medali Asian Games 2026 per 25 September 2026 menunjukkan Indonesia masih tertahan di peringkat ke-23 tanpa perolehan medali emas. Kontingen Merah Putih baru mengumpulkan 1 perak dan 12 perunggu, dengan total 13 medali.
Sementara itu, dominasi China kokoh di puncak dengan raihan 48 emas, 20 perak, dan 10 perunggu, total 78 medali. Jepang menempati posisi kedua dengan 15 emas, 20 perak, dan 27 perunggu (total 62 medali), diikuti Korea Selatan di peringkat ketiga dengan 8 emas, 8 perak, dan 25 perunggu (total 41 medali).
| Rank | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | China | 48 | 20 | 10 | 78 |
| 2 | Jepang | 15 | 20 | 27 | 62 |
| 3 | Korea Selatan | 8 | 8 | 25 | 41 |
| 4 | Kazakhstan | 7 | 4 | 8 | 19 |
| 5 | Thailand | 5 | 3 | 4 | 12 |
| … | … | … | … | … | … |
| 23 | INDONESIA | 0 | 1 | 12 | 13 |
Perjuangan Indonesia di Asian Games 2026
Perolehan 13 medali Indonesia tanpa emas hingga 25 September 2026, mencerminkan tantangan besar dalam mencapai target yang ditetapkan. Pada 23 September malam, Indonesia tercatat di peringkat 23 dengan 1 perak dan 12 perunggu. Angka ini tidak berubah hingga laporan 24 September pukul 06.00 WIB, meski ada penambahan medali pada hari tersebut.
Sejumlah cabang olahraga telah menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia. Wushu menjadi penyumbang terbanyak dengan 5 perunggu, diantaranya dari Seraf Naro Siregar dan Eugenia Diva Widodo. Cabang Teqball menyumbang 1 perak dari Sumaya di tunggal putri dan 1 perunggu dari Yoga Ardika Putra.
Karate juga berkontribusi dengan 2 perunggu, salah satunya dari Leica Al Humaira Lubis di kelas 68kg. Medali perunggu juga datang dari bulutangkis beregu putri, yang kalah 0-3 dari China di semifinal. Selain itu, soft tennis beregu putra, MMA melalui Valensia Fahira Hotmauli, angkat besi, dan mixed martial arts juga ikut menyumbang perunggu.
Insentif Ekonomi Olahraga dan Target Medali
Presiden Prabowo sebelumnya telah mengumumkan bonus besar bagi atlet peraih medali emas Asian Games, yakni Rp3 miliar. Angka ini tiga kali lipat dari bonus SEA Games yang senilai Rp1 miliar. Bonus juga akan diberikan kepada peraih perak dan perunggu, serta para pelatih, diiringi percepatan karier bagi atlet di institusi TNI Polri.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir sebelumnya menargetkan 4 emas untuk 432 atlet yang bertanding di 35 cabang olahraga. Namun, target ini belum tercapai, sebagian karena tiga nomor penyumbang emas di Asian Games 2023 tidak dipertandingkan pada edisi 2026 di Aichi-Nagoya ini. Kemenpora, melalui BRI, pernah menyalurkan bonus sebesar Rp365 miliar untuk ASEAN Para Games, di mana perorangan peraih emas menerima Rp1 miliar.
Peluang Medali Emas Pertama Indonesia
Pada 25 September, harapan medali emas pertama bagi Indonesia tertumpu pada final bulutangkis beregu putra yang akan menghadapi China. Selain itu, cabang olahraga menembak, angkat besi, karate, anggar, dan panjat tebing juga masih memiliki peluang untuk menambah perbendaharaan medali, termasuk potensi emas.
Asian Games 2026 sendiri akan berlangsung hingga 4 Oktober 2026, melibatkan 46 negara, 43 cabang olahraga, dan memperebutkan 469 nomor. Indonesia masih memiliki waktu untuk memperbaiki posisi di klasemen medali dan merealisasikan target emas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.