Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

NCP Sharad Pawar Cabut Semua Juru Bicara, Tahan Dua Orang Saja

Kantor partai NCP dengan podium juru bicara dan simbol resmi di latar belakang
NCP resmi mengurangi juru bicara menjadi dua orang saja sebagai bagian dari konsolidasi kontrol komunikasi partai. (Ilustrasi: AI)

MUMBAI — Partai Nationalist Congress Party (NCP) pimpinan Sharad Pawar melakukan perombakan besar dalam jajaran juru bicaranya. Pada Selasa, 4 Agustus 2026, pihak partai secara resmi mencabut semua penunjukan untuk posisi juru bicara dan hanya mempertahankan dua nama: mantan anggota dewan legislatif Vidya Chavan dan Mahesh Tapase.

“Dengan persetujuan Presiden Provinsi Partai dan mantan Menteri Shashikant Shinde, mulai hari ini 4 Agustus 2026, semua penunjukan sebelumnya untuk posisi juru bicara partai dengan ini dibatalkan sampai ada perintah lebih lanjut,” demikian pernyataan yang diposting di platform X oleh partai.

Keputusan drastis ini mengejutkan sejumlah tokoh di internal NCP. Vidya Chavan dan Mahesh Tapase kini menjadi satu-satunya wakil resmi partai di hadapan media sampai ada instruksi berikutnya. Langkah ini mencerminkan konsolidasi kontrol komunikasi dalam organisasi yang sedang bergejolak.

Juru Bicara Lama Terima Keputusan

Vikas Lawande, juru bicara partai sebelumnya, menerima keputusan dengan lapang dada. Melalui akun X-nya, dia menyatakan tetap berkomitmen pada nilai-nilai partai meskipun posisinya dihapuskan. “Semua posisi juru bicara telah dibatalkan. Sejalan dengan itu, saya tidak lagi menjadi juru bicara partai mulai hari ini. Keputusan partai seperti perintah bagi para pekerja. Saya menerima,” tulis Lawande.

Lawande yang melayani sebagai juru bicara sejak 2015 berterima kasih kepada kepemimpinan partai atas kepercayaan yang diberikan. Dia berjanji akan terus bekerja memperkuat organisasi dan menjaga “cita-cita demokratis, progresif, dan sekuler” NCP.

Anish Gawande, juru bicara nasional partai, juga merespons perubahan ini. Dalam postingannya, dia merenungkan dua tahun masa bakti dan mengucapkan rasa syukur kepada Sharad Pawar serta anggota parlemen Supriya Sule karena telah mempercayai dirinya mengemban peran tersebut.

Gejolak Internal dan Pertentangan Strategis

Perombakan ini terjadi dalam kondisi ketegangan internal NCP yang meningkat. Partai dihadapkan pada spekulasi tentang strategi masa depan dan perbedaan pendapat atas isu-isu politik utama.

Sehari sebelumnya, partai yang dipimpin oleh Sunetra Pawar (yang berbeda dari NCP Sharad Pawar) telah melontarkan kritik pedas terhadap partai lain dengan menyebut wakil ketua menteri Maharashtra Sunetra Pawar sebagai “Gungi Gudiya” (boneka bisu).

Dinamika ini menunjukkan pertarungan politik yang semakin tajam di tingkat kepemimpinan.

Keputusan untuk mengkonsolidasikan juru bicara menjadi dua orang saja diyakini bagian dari strategi penguatan kendali naratif partai di tengah tekanan eksternal dan dinamika internal yang kompleks. Dengan membatasi siapa saja yang boleh bicara atas nama partai, NCP berusaha memastikan pesan yang konsisten ke publik dan media massa.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda