Elda juga menyebut tulisannya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi almarhum saat mencari penanganan medis. Pengakuan itu menjadi bagian paling terang dari pernyataan maaf yang ia sampaikan.
Dalam pernyataannya, Elda menulis bahwa sebagai dokter dan tenaga kesehatan, ia seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan empati yang tinggi kepada siapa pun.
Ia juga mengaku sangat menyesali bahwa tindakannya sama sekali tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun etika dan moral yang seharusnya dijunjung tinggi, baik sebagai individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP.
Dampak reputasi profesi yang ikut terbawa
Kasus ini terasa lebih besar dari sekadar satu unggahan yang tidak pantas. Bagi publik, respons nakes di ruang digital ikut menjadi cermin bagaimana tenaga medis dipersepsikan di ruang nyata. Ketika pasien sedang mengeluh soal ruang perawatan, kata-kata yang keluar dari akun yang mengaku tenaga kesehatan bisa membekas jauh lebih lama daripada sekadar perdebatan di kolom komentar.
Di sisi lain, permintaan maaf juga menunjukkan bahwa tekanan publik di media sosial tetap punya efek. Begitu kecaman menguat, beberapa pihak yang terlibat mulai memberi penjelasan dan mengakui kesalahan. Bagi rumah sakit, lembaga pendidikan, dan organisasi profesi, peristiwa seperti ini ikut mengingatkan bahwa etika komunikasi digital kini tak bisa dipisahkan dari tanggung jawab profesi.
Elda sendiri menyadari kata maaf yang ia sampaikan mungkin tidak akan cukup untuk menghapus rasa sakit, kekecewaan, dan kemarahan yang telah ditimbulkannya. Ia berjanji menjadikan kejadian ini sebagai teguran keras dan pembelajaran seumur hidup agar bisa menjadi pribadi dan tenaga medis yang jauh lebih bijak, berempati, dan menjaga tutur kata baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
“Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak,” tulis Elda dalam permintaan maafnya, menutup rangkaian pengakuan yang kini ikut menjadi perhatian publik.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.