Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Tumpahan minyak Oman meluas, mencapai pantai dan laut lepas

Tumpahan minyak Oman meluas di laut dan pantai
Citra satelit memperlihatkan tumpahan minyak Oman meluas dari kapal tanker yang kandas di lepas pantai. (Ilustrasi: AI)

BEIRUT — Tumpahan minyak Oman dari tanker yang kandas di lepas pantai kini meluas tajam, menjangkau garis pantai dan menyebar jauh ke laut lepas. Citra satelit yang ditelaah The Associated Press memperlihatkan minyak terus bergerak dari kapal berbendera Kamerun itu.

Greenpeace Germany pada Senin menyebut citra satelit sehari sebelumnya menunjukkan area tumpahan kini mencapai sekitar 150 kilometer persegi. Dampaknya terlihat di Qibliyah Island, yang berada di Dhofar, wilayah kegubernuran terbesar di Oman. Pekan lalu, luas permukaan tumpahan itu masih diperkirakan 20 kilometer persegi.

Tumpahan minyak Oman meluas cepat

Nina Noelle dari Greenpeace Germany mengatakan perubahan itu sangat drastis. Ia menilai jumlah minyak mentah yang bocor jelas besar, meski penyebab yang membuat kebocoran membesar belum diketahui.

Citra yang diambil pada Minggu menunjukkan lapisan minyak menyebar ke arah timur laut dari tanker Suezmax Caroline Bezengi yang panjangnya 274 meter. Kapal itu disanksi oleh Inggris karena mengangkut minyak yang berasal dari Rusia.

Di laut, bentuknya tidak selalu seragam. Wim Zwijnenburg, pakar lingkungan dari PAX, organisasi Belanda yang fokus pada konflik dan lingkungan, menjelaskan bahwa lapisan minyak tipis kerap menguap bergantung pada jenis minyak mentah dan kondisi cuaca. Tapi di pulau itu, ia melihat bercak hitam tebal sudah mencapai pantai selatan dan barat.

Zwijnenburg juga memperkirakan lapisan tumpahan tampak memanjang sekitar 90 kilometer, hampir dua kali lipat dari panjangnya sepekan lalu. Ia memperkirakan kapal tersebut membawa lebih dari 800,000 barel minyak mentah.

Kawasan lindung Laut Arab ikut terancam

Yang membuat kasus ini lebih sensitif, area yang terdampak berada di dalam cadangan Laut Arab, kawasan lindung laut yang menjadi habitat berbagai satwa liar. Di antaranya burung petrel yang terancam punah dan paus bungkuk Laut Arab yang langka. Itu bukan sekadar soal citra satelit. Ini soal bentang ekosistem yang rapuh.

Greenpeace Germany menegaskan bahwa perluasan yang dramatis ini menunjukkan ancaman lingkungan yang serius dan terus berlangsung dari tanker yang terdampar. Organisasi itu juga menyebut kasus ini memperlihatkan bahaya dari praktik yang terkait dengan armada bayangan Rusia.

Menurut Greenpeace, kapal Caroline Bezengi telah kandas selama berminggu-minggu di lepas pantai Oman. The Associated Press menyebut tidak dapat memverifikasi secara independen laporan dari dua media pelayaran dan maritim yang menyatakan awak kapal sempat melaporkan ledakan di atas kapal pada saat kejadian, sementara kapal itu berada di lokasi tersebut sejak Juni.

SynMax Maritime, perusahaan pelacak data geospasial, sebelumnya mengatakan di X bahwa mereka memperoleh gambar pada Mei yang memperlihatkan kapal itu berada di pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam, Rusia, sebelum pelayaran terbarunya. Namun AP menegaskan tujuan kapal saat kandas di lepas Oman belum jelas.

Sanksi terhadap kapal itu juga datang dari Uni Eropa, Kanada, dan Swiss. Pemerintah Inggris dalam keputusannya menyebut kapal tersebut “has been or is likely to be involved in activity whose object or effect is to destabilize Ukraine” atau mendukung pemerintah Rusia.

Di sisi regulasi, Kementerian Transportasi, Komunikasi, dan Teknologi Informasi Oman disebut oleh Muscat Daily telah memerintahkan pemilik kapal untuk menyingkirkan kapal dan muatannya sebelum 23 Juli. Hingga Selasa, belum jelas apakah pemilik kapal sudah memberi tanggapan.

Situasi di laut tetap dinamis. Greenpeace Germany menilai eskalasi ini menegaskan bahwa tumpahan minyak Oman bukan lagi insiden yang berhenti di satu titik, melainkan ancaman yang terus bergerak mengikuti arus, angin, dan waktu.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda