Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Putin Akui Dampak Serangan Drone Ukraina ke Rusia Kian Terasa

serangan drone Ukraina memicu kebakaran kilang minyak Rusia
Serangan drone Ukraina menekan pasokan bahan bakar Rusia. (Ilustrasi: AI)

MOSKOW — Serangan drone Ukraina kembali menghantam Rusia pada Minggu, 28 Juni 2026, dengan satu kilang minyak besar di wilayah selatan terbakar dan sedikitnya dua orang tewas. Di saat yang sama, Presiden Vladimir Putin mengakui negaranya sedang melewati serangan drone Ukraina yang membuat situasi domestik “sulit”.

Dampaknya terasa langsung. Pasokan bahan bakar di beberapa wilayah Rusia terganggu, pembatasan penjualan bensin mulai muncul sampai Siberia, dan tekanan ke Kremlin makin besar saat perang memasuki tahun kelima.

Putin akui tekanan di dalam negeri

Putin menyampaikan pengakuan itu dalam konferensi Partai Rusia Bersatu. Ia tidak menyebut langsung serangan Ukraina, tetapi menegaskan pemerintah akan tetap memenuhi kewajiban sosial ke warga.

“Kami sedang melewati periode sulit,” kata Putin, seraya menambahkan bahwa Moskow tetap akan membangun perumahan, jalan, dan menciptakan lapangan kerja baru. Ia juga menyebut pemerintah menyesuaikan sejumlah rencana karena situasi saat ini.

Pernyataan itu penting. Soalnya, beberapa bulan terakhir Ukraina memang memperluas serangan jarak jauh ke fasilitas energi dan industri militer Rusia. Tujuannya jelas: memangkas pendapatan Moskow dari minyak dan gas, sekaligus menekan logistik perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bahkan menyebut serangan itu sebagai “sanksi jarak jauh”. Dalam unggahan di Telegram, ia mengatakan serangan ke dua kilang minyak di Rusia berarti berkurangnya sumber daya untuk “mesin perang Rusia”.

Kilang minyak Slavyansk terbakar

Menurut otoritas Rusia, puing drone Ukraina yang ditembak jatuh memicu kebakaran di kilang minyak Slavyansk-na-Kubani di Krasnodar, wilayah selatan Rusia, timur Krimea yang diduduki. Gubernur Veniamin Kondratyev mengatakan puing jatuh itu juga menewaskan satu orang di Slavyansk dan melukai satu orang di desa terdekat.

Kilang tersebut bukan fasilitas kecil. Operatornya menyebut lokasi itu memproses hampir 4 juta ton minyak mentah per tahun dan menjadi salah satu pemasok penting produk minyak untuk ekspor lewat pelabuhan Laut Hitam Rusia, termasuk fuel oil, naphtha, dan marine fuel.

Di wilayah Yaroslavl, sekitar 700 kilometer dari perbatasan Ukraina, Zelenskyy juga mengklaim satu kilang lain ikut terkena serangan malam hari. Pemerintah Rusia belum segera mengonfirmasi serangan itu, tetapi gubernur setempat Mikhail Evraev mengatakan sejumlah jalan antara Moskow dan ibu kota regional ditutup sementara karena “serangan musuh oleh drone Ukraina”.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda