Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Putin Minta Pertahanan Udara Rusia Diperkuat di Tengah Serangan Drone

pertahanan udara
Foto: EvoSwatch / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

MOSKOW — Presiden Vladimir Putin meminta pertahanan udara Rusia diperkuat cepat setelah serangan drone Ukraina menghantam infrastruktur minyak di dalam negeri, Minggu, 28 Juni 2026. Putin menyebut Moskow masih mampu mengatasi dampak serangan itu, meski mengakui tekanan terhadap pasokan bahan bakar mulai terasa.

Permintaan itu datang saat perang Rusia-Ukraina memasuki lebih dari empat tahun dan serangan jarak jauh Ukraina makin sering menyasar kilang, depot, serta jaringan energi Rusia. Bagi pembaca, isu ini penting karena gangguan pada minyak dan bahan bakar bisa merembet ke harga, distribusi, dan kebijakan energi di negara sebesar Rusia.

Pertahanan udara jadi prioritas

Dalam wawancara televisi Rusia, Putin mengatakan tugas pertama pemerintah adalah menaikkan produksi sistem pertahanan udara yang paling dibutuhkan. Ia menegaskan serangan ke infrastruktur Rusia tidak akan mengubah arah operasi militer di garis depan.

“Tugas pertama adalah dengan cepat dan signifikan meningkatkan produksi sistem pertahanan udara yang paling dibutuhkan,” kata Putin, seperti dikutip media negara Rusia dan dilaporkan Reuters.

Ia juga menolak anggapan bahwa serangan ke wilayah Rusia bisa mengalihkan fokus Moskow dari medan perang di Ukraina. Menurut Putin, serangan apa pun ke infrastruktur dalam negeri tidak memengaruhi situasi di garis kontak tempur.

Pernyataan itu muncul di saat Kiev terus mendorong serangan drone jarak jauh ke fasilitas energi Rusia. CNBC menyebut Putin untuk pertama kalinya menjelaskan seberapa besar serangan semacam itu mengganggu produksi bahan bakar Rusia. Sumber itu juga melaporkan Kremlin menilai gangguan tersebut bersifat sementara.

Gangguan bahan bakar mulai terasa

Di kesempatan lain dalam pertemuan di Moskow, Putin mengakui ada kekurangan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia akibat serangan Ukraina. Namun ia mengatakan pemerintah sudah menangani situasi itu dan mempercepat perbaikan fasilitas yang rusak.

ABC Australia, yang juga mengutip pernyataan Putin, menyebut Rusia sedang menghadapi kelangkaan bahan bakar di beberapa daerah. Pemerintah, menurut laporan itu, bahkan mempertimbangkan pembatasan ekspor solar untuk menjaga pasokan domestik.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda