MOSKOW — Rusia mengkaji larangan ekspor diesel saat serangan Ukraina ke infrastruktur energi memicu kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah, termasuk Crimea, pada 23 Juni. Pemerintah juga membuka opsi impor bahan bakar untuk menahan lonjakan harga dan antrean di stasiun pengisian.
Dampaknya sudah terasa. Sejumlah daerah di Rusia melaporkan pembatasan penjualan bahan bakar, harga produk minyak yang naik, dan antrean panjang di SPBU. Di Sevastopol, otoritas setempat bahkan memangkas jam operasional transportasi umum, toko, kafe, serta lampu jalan, lalu melarang kegiatan massal di luar ruangan.
Novak sebut opsi baru untuk pasar domestik
Wakil Perdana Menteri Alexander Novak mengatakan pemerintah sedang menimbang larangan ekspor diesel dan perubahan aturan pajak untuk menopang pasar bahan bakar domestik. Dalam rapat pemerintah yang disiarkan televisi dan dipimpin Presiden Vladimir Putin, Novak bilang langkah itu disiapkan agar suplai di dalam negeri tetap aman.
“Kami menggunakan cadangan yang sebelumnya belum disentuh, dan juga mendorong peningkatan pasokan volume tambahan ke pasar domestik. Amandemen terkait undang-undang pajak telah disiapkan bersama pemerintah,” kata Novak, dikutip dari rapat tersebut.
Langkah ini bukan muncul tiba-tiba. Rusia, produsen minyak mentah terbesar ketiga di dunia, selama ini mengekspor berbagai produk minyak, termasuk solar. Tapi serangan drone Ukraina berulang kali memaksa kilang menghentikan sebagian aktivitas, membuat ekspor bensin dan bahan bakar jet sudah lebih dulu dibatasi.
Impor bahan bakar ikut dipertimbangkan
Surat kabar Vedomosti melaporkan opsi impor bahan bakar dibahas dalam rapat yang dipimpin Novak pada Senin. Dua sumber industri yang dikutip Reuters menyebut subsidi untuk bahan bakar impor juga dipertimbangkan agar harga di pasar domestik tidak melonjak terlalu tinggi.
Itu penting karena harga bahan bakar termasuk isu sensitif di Rusia. Jika harga naik terlalu cepat, tekanan inflasi bisa merembet ke banyak sektor lain. Transportasi, logistik, sampai distribusi barang konsumsi ikut terkena efeknya.
Menurut sumber pasar dan data LSEG, ekspor diesel dan gasoil Rusia lewat laut naik 8 persen pada April menjadi sekitar 3,25 juta metrik ton dibanding Maret. Angka itu hanya sedikit di bawah 3,3 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Pada Mei, volume ekspor disebut stabil.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.