Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Putin Akui Dampak Serangan Drone Ukraina ke Rusia Kian Terasa

serangan drone Ukraina memicu kebakaran kilang minyak Rusia
Serangan drone Ukraina menekan pasokan bahan bakar Rusia. (Ilustrasi: AI)

Bandara Yaroslavl juga sempat tutup semalam. Bandara lain di selatan dan barat Rusia ikut terdampak, menurut otoritas penerbangan sipil Rusia. Singkatnya, gangguan menyebar. Tidak lagi lokal.

BBM dibatasi sampai Siberia

Masalah bahan bakar kini tak berhenti di wilayah perbatasan. Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, pada Minggu mengumumkan pembatasan penjualan bahan bakar bagi warga di Siberia. Di stasiun milik negara Rosneft, tiap kendaraan hanya boleh membeli maksimal 50 liter per hari.

Sejumlah jaringan SPBU swasta di Irkutsk dan Tomsk sudah lebih dulu membatasi penjualan sejak awal bulan karena gangguan pasokan. Artinya, tekanan logistik akibat serangan ke fasilitas energi mulai dirasakan konsumen biasa, bukan hanya sektor militer.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pemerintah sedang meninjau ulang kesepakatan ekspor bahan bakar agar kebutuhan domestik tetap aman. Pernyataan ini menandakan prioritas Moskow bergeser ke pasar dalam negeri, setidaknya untuk sementara.

Front perang tetap panas

Di sisi lain, perang di garis depan tetap memakan korban. Di Zaporizhzhia, sebuah bom udara Rusia menewaskan dua orang dan melukai 16 lainnya, termasuk dua anak, menurut kepala administrasi daerah Ivan Fedorov. Di wilayah Belgorod, satu orang tewas dan satu orang luka akibat serangan drone Ukraina, kata gubernur sementara Alexander Shuvayev.

Militer Rusia mengklaim berhasil menjatuhkan 213 drone Ukraina dalam semalam, termasuk di atas Rusia, Krimea yang diduduki, serta Laut Hitam dan Laut Azov. Sementara itu, angkatan udara Ukraina mengatakan Rusia melancarkan 142 drone serang jarak jauh dan delapan rudal, dengan 125 drone dan tujuh rudal berhasil ditembak jatuh.

Angka-angka itu menunjukkan satu hal: perang belum mereda, justru saling tekan di dua arah. Dan kali ini, titik paling rapuh Rusia tampak ada di energi. Satu kilang terbakar, jalur distribusi terganggu, lalu pembatasan bensin menyebar. Itu sinyal yang sulit diabaikan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda