Perlu diingat bahwa harga saham di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Investor disarankan untuk memeriksa platform finansial seperti RTI Business atau situs resmi IDX untuk harga real-time.
Katalis Positif untuk Saham EV di Tahun 2026
Prospek saham EV semakin cerah berkat beberapa katalis positif:
- Stimulus Pemerintah: Subsidi motor listrik Rp5 juta, PPN 0%, dan pembebasan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang akan segera diumumkan Presiden dalam 2-3 minggu ke depan.
- Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN): Kendaraan listrik dengan TKDN minimal 40% akan mendapatkan insentif PPN 1%, mendorong produksi lokal.
- Pertumbuhan Penjualan: Penjualan EV terus tumbuh signifikan, mencapai 43.188 unit pada 2024.
- Model Baru: Berbagai model EV baru akan dirilis, termasuk Wuling E100, BYD Atto 4, dan Nissan Ariya yang dijadwalkan meluncur pada Desember 2026.
Risiko Investasi Saham Electric Vehicle
Meski memiliki potensi besar, investasi di saham EV juga mengandung risiko:
- Harga Relatif Mahal: Harga kendaraan listrik masih lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional (ICE), yang dapat menghambat adopsi massal.
- Pajak dan PPN yang Meningkat: Potensi kenaikan pajak dan PPN oleh pemerintah bisa mempengaruhi daya beli konsumen.
- Persaingan Ketat: Masuknya pemain global seperti BYD yang telah menjual 1.000 unit dan membuka 50 dealer di Indonesia, meningkatkan kompetisi pasar.
Investasi di sektor kendaraan listrik, terutama saham ASII, VKTR, DRMA, dan CARS, menawarkan peluang seiring tren mobilitas ramah lingkungan di Indonesia. Namun, investor diharapkan melakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi. Bursa Efek Indonesia terus mencatat pergerakan saham-saham ini, dan perkembangannya patut diikuti.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.