JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Anthropic resmi meluncurkan model kecerdasan buatan terbarunya, Claude Sonnet 5, pada Agustus 2026. Model ini mencuri perhatian karena diklaim memiliki kemampuan agentic setara dengan Opus 4.8, namun ditawarkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Sonnet 5 kini menjadi model AI default yang dapat digunakan oleh seluruh pelanggan Anthropic, mulai dari pengguna Free, Pro, Team, hingga Enterprise. Langkah ini menjadi strategi Anthropic untuk mempercepat adopsi teknologi agen AI di berbagai segmen.
Harga Claude Sonnet 5 Jauh Lebih Terjangkau
Anthropic membuat gebrakan dengan memangkas harga secara drastis untuk Claude Sonnet 5. Ini adalah upaya untuk mendorong adopsi yang lebih luas terhadap sistem agen AI.
Sebagai penawaran perkenalan, hingga 31 Agustus 2026, Sonnet 5 dapat diakses dengan harga promo $2 per 1 juta input token dan $10 per 1 juta output token. Setelah masa promo berakhir, harga normalnya akan menjadi $3 per 1 juta input token dan $15 per 1 juta output token.
Bandingkan dengan Opus 4.8 yang saat ini dibanderol $5 untuk input dan $25 untuk output per 1 juta token. Artinya, Sonnet 5 hampir lima kali lebih murah dari Opus 4.8, membuka peluang besar bagi banyak pihak.
Performa Sonnet 5 Setara Opus 4.8 untuk Agentic AI
Sebelumnya, model Sonnet memang tertinggal signifikan di belakang Opus dalam hal kemampuan. Namun, dengan hadirnya Sonnet 5, Anthropic mengklaim celah performa tersebut kini telah tertutup rapat.
Menurut Anthropic, Claude Sonnet 5 dan Opus 4.8 kini berada dalam rentang kemampuan yang sama untuk berbagai tugas krusial seperti reasoning (penalaran), tool use (penggunaan alat), coding (pengkodean), dan knowledge work (pekerjaan berbasis pengetahuan). Ini berarti pengguna bisa mendapatkan performa tinggi tanpa perlu menguras dompet.
Tim engineering yang telah mencoba Sonnet 5 melaporkan bahwa model ini mampu menyelesaikan dua tugas sekaligus tanpa mengalami kemacetan. Bahkan, beberapa pengujian menunjukkan kemampuan Sonnet 5 untuk melakukan debugging sendiri: membuat tes, memperbaiki bug, lalu melakukan pemeriksaan ulang secara mandiri.
Pergeseran ini mengubah lanskap AI agentic. Kini, biaya tinggi bukan lagi penghalang untuk mendapatkan performa agen AI yang canggih. Ini jelas menjadi angin segar, terutama bagi startup dan pengembang yang ingin menskalakan proyek AI mereka tanpa harus membengkakkan anggaran.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.