JAKARTA — Ajang pemanasan pramusim tidak berjalan mulus bagi dua raksasa Eropa. Paris Saint-Germain dan Arsenal harus menelan pil pahit setelah masing-masing dikalahkan oleh tim asal Spanyol dalam laga yang digelar pada Kamis (6/8/2026) dini hari WIB.
Hasil minor ini menjadi alarm bagi kedua pelatih. PSG yang berstatus sebagai finalis Liga Champions musim lalu tampak kesulitan meracik taktik tanpa kehadiran pilar utama. Kondisi serupa dialami Arsenal di Dublin, di mana absennya bintang-bintang inti memengaruhi stabilitas permainan The Gunners di atas lapangan.
Dominasi PSG yang Tak Berujung Gol
Bertandang ke Estadi de Son Moix, PSG di bawah asuhan Luis Enrique tampil dengan skuad compang-camping. Sebagian besar pemain bintang masih menjalani masa liburan pasca-Piala Dunia 2026. Nama-nama seperti Ousmane Dembele, Desire Doue, hingga Fabian Ruiz belum bisa diturunkan oleh tim pelatih.
Khvicha Kvaratskhelia menjadi tumpuan di lini depan. Namun, ketergantungan pada satu figur tidak cukup untuk membongkar pertahanan Mallorca. PSG memang mencatat penguasaan bola hingga 58 persen, tetapi statistik itu tidak dibarengi dengan efektivitas serangan. Dari delapan tembakan yang dilepaskan, tidak ada satu pun peluang emas yang benar-benar mengancam gawang tuan rumah.
Mallorca justru tampil jauh lebih klinis. Zito Luvumbo membuka keunggulan pada menit ke-21. Jan Virgili kemudian menggandakan skor pada menit ke-40 sebelum Antonio Raillo menutup pesta gol Mallorca lewat golnya pada menit ke-51. Kekalahan 0-3 ini memperlihatkan rapuhnya lini belakang Les Parisiens ketika tidak diperkuat pilar utamanya.
Arsenal Tumbang di Aviva Stadium
Nasib serupa dialami Arsenal saat menghadapi Real Betis di Aviva Stadium, Dublin. Pelatih Mikel Arteta sebenarnya masih menurunkan beberapa pemain kunci seperti Kai Havertz, Viktor Gyokeres, dan bek anyar Riccardo Calafiori. Namun, ketiadaan pemain seperti Bukayo Saka, Declan Rice, hingga David Raya memberikan celah besar di skema permainan Arsenal.
Gawang yang dikawal Kepa Arrizabalaga sudah harus bobol saat laga baru berjalan sembilan menit melalui aksi Rodrigo Riquelme. Tekanan Real Betis tidak mengendur, dan pada menit ke-26, Nelson Deossa berhasil mencetak gol kedua untuk mengunci kemenangan bagi tim asal Spanyol tersebut.
Kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi staf pelatih. Musim baru yang segera bergulir akan menuntut kedalaman skuad yang prima, terutama bagi tim yang ditargetkan menjadi juara di liga domestik dan kompetisi Eropa.
Bagi para pendukung, hasil pramusim ini menjadi pengingat bahwa transisi selepas turnamen besar seperti Piala Dunia 2026 selalu membawa tantangan tersendiri bagi klub-klub elite Eropa dalam mengembalikan ritme permainan tim utama.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.