JAKARTA — Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kini memiliki kanal pertumbuhan yang lebih terukur melalui program inkubasi perusahaan negara. Narita Shibori, unit usaha fesyen asal Bandung, merasakan dampak langsung dari dukungan PT Pertamina (Persero) setelah resmi menjadi mitra binaan sejak 2019.
Anarita, pendiri usaha tersebut, menyebutkan bahwa transformasi bisnisnya sangat signifikan setelah mendapatkan akses pembiayaan dan pendampingan.
Kini, omzet Narita Shibori meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sebelum bergabung dengan program pembinaan perusahaan energi pelat merah tersebut. Fokus mereka pada teknik pewarnaan kain shibori kini telah menjangkau pasar nasional hingga mancanegara.
Dukungan Pertamina tidak hanya berhenti pada suntikan modal kerja. UMKM ini mendapatkan akses pelatihan intensif melalui UMK Academy serta kesempatan promosi pada berbagai pameran skala besar.
Deretan pameran bergengsi seperti Inacraft, SMEXPO, Kriya Nusa, hingga Tunjukkan Indonesiamu menjadi wadah bagi Narita Shibori untuk memperluas jangkauan pasar. Bahkan, pada 2024, mereka berkesempatan menjajal pasar internasional melalui partisipasi dalam DMI Utrecht di Belanda.
Pemberdayaan Berbasis Inklusi Sosial
Nilai tambah dari produk Narita Shibori bukan sekadar pada estetika kain yang dihasilkan. Usaha ini secara aktif merangkul kelompok penyandang disabilitas dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta.
Pendekatan ini selaras dengan semangat inklusivitas yang kerap didorong dalam program kemitraan Pertamina Patra Niaga, sebagaimana terlihat dalam gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 baru-baru ini.
Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, sempat menyoroti dedikasi tersebut saat meninjau gerai mitra binaan di IFW 2026. Menurutnya, produk UMKM yang memiliki narasi pemberdayaan memiliki nilai lebih tinggi karena dampak sosial yang dihasilkan bagi masyarakat rentan.
Langkah ini mencerminkan strategi Pertamina dalam memposisikan UMKM mitra binaan bukan sekadar sebagai entitas bisnis profit-oriented, melainkan sebagai penggerak ekonomi yang membawa misi sosial. Bagi Anarita, pencapaian saat ini adalah hasil dari sinergi antara keterampilan teknis, dukungan ekosistem bisnis yang stabil, dan jaringan pemasaran yang luas.
Pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendampingan korporasi menjadi krusial di tengah tantangan pasar yang kian kompetitif. Keberhasilan Narita Shibori membuktikan bahwa dengan akses tepat ke pasar nasional dan internasional, produk kriya khas Indonesia mampu menembus batasan geografis.
Tantangan berikutnya bagi para pelaku UMKM adalah mempertahankan kualitas di tengah peningkatan permintaan pasar seiring dengan pembukaan akses yang semakin terbuka lebar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.