Minggu, 8 November 2026 WIB
TEKNOLOGI

Ho Chi Minh City Butuh Insentif Khusus Tarik Ilmuwan Asing

Ho Chi Minh City Butuh Insentif Khusus Tarik Ilmuwan Asing
Ho Chi Minh City Butuh Insentif Khusus Tarik Ilmuwan Asing

Ilmuwan yang betah di luar negeri membawa serta transfer pengetahuan dan inovasi yang seharusnya bisa dinikmati oleh industri di dalam negeri.

Banyak negara tetangga, termasuk Indonesia, terus bergelut dengan tantangan serupa. Menarik kembali peneliti dari perantauan bukan pekerjaan mudah. Persaingan global dalam memperebutkan sumber daya manusia di bidang sains kini semakin brutal. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Jerman, hingga Tiongkok, menawarkan karpet merah bagi siapa saja yang memiliki reputasi akademik mumpuni.

Jika Ho Chi Minh City berhasil membuktikan bahwa kelonggaran aturan mampu menarik para peneliti top, kota ini akan segera menjadi barometer baru bagi kawasan. Keberhasilan mereka merebut talenta diaspora akan memicu pergeseran peta kompetisi manufaktur teknologi tinggi.

Negara lain dipastikan tidak akan tinggal diam. Mereka kemungkinan akan meniru langkah serupa, membuat pasar tenaga kerja peneliti di Asia Tenggara menjadi semakin kompetitif.

Draf aturan yang kini tengah dikaji pemerintah Vietnam bukan sekadar basa-basi politik. Fokusnya sangat tajam: memberikan keleluasaan pengelolaan anggaran dan kemudahan fasilitas agar para ilmuwan bisa fokus meneliti, bukan malah terkunci dalam urusan administrasi rutin yang membosankan. Kini, bola panas berada di tangan Majelis Nasional untuk memberikan restu.

Uji nyali bagi Ho Chi Minh City akan dimulai sesaat setelah aturan ini diresmikan. Apakah mereka mampu menawarkan atmosfer riset yang setara dengan fasilitas di luar negeri?

Atau, mereka harus menelan pil pahit saat menyadari bahwa gaji dan fasilitas hanyalah satu sisi dari koin yang jauh lebih besar? Satu hal yang pasti, dunia akademik global sedang mengamati langkah ini dengan saksama.

Kepulangan para ilmuwan bukan hanya soal pulang kampung, tapi soal investasi masa depan sebuah bangsa yang ingin mendominasi peta teknologi kawasan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta di WhatsApp & Telegram

Berita terpenting nasional, ekonomi, dan teknologi langsung di HP-mu. Gratis, tanpa spam.

Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuKuis Sejarah Hari Pahlawan: 10 Soal Pertempuran Surabaya 1945, Berapa Skormu? →
TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis