Sabtu, 8 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kunjungan Zelenskyy ke Serbia Buka Tarik-ulur UE dan Rusia

Kunjungan Zelenskyy ke Serbia di tengah tarik-ulur Rusia dan UE
Kunjungan Zelenskyy ke Serbia memunculkan tarik-ulur baru kepentingan Kyiv, Belgrade, dan Brussels. (Ilustrasi: AI)

Christopher Hill, diplomat senior Amerika Serikat yang baru mengakhiri tugasnya sebagai duta besar untuk Serbia, juga mengakui adanya kerja sama semacam itu.

Ia mengatakan, “The US began supporting the purchase of significant quantities of Serbian ammunition, which we knew Ukraine urgently needed,” dalam wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung.

Menurut Hill, pembelian resmi dilakukan lewat negara seperti Republik Ceko dan Polandia sebelum akhirnya diteruskan ke Ukraina.

Diskusi lain yang disebut sedang berlangsung adalah rencana pembangunan pabrik drone bersama. Skemanya memadukan keahlian Ukraina, pekerja Serbia, dan investasi dari Uni Emirat Arab. Tim Zelenskyy bahkan dilaporkan sudah meninjau lokasi potensial secara rahasia.

Jika benar berjalan, kerja sama ini bisa memberi napas baru bagi industri pertahanan Serbia sekaligus memperluas suplai untuk kebutuhan perang Ukraina.

Serbia terjepit antara Moskow dan Uni Eropa

Meski Serbia masih menjual narasi “persaudaraan Ortodoks” dengan Rusia, Kremlin disebut makin tak puas dengan Vucic. Satu titik tekan terpenting ada pada gas. Dalam beberapa waktu terakhir, Serbia hanya ditawari kontrak gas jangka pendek, yang membuat ketidakpastian ekonomi meningkat dan mengganggu model ekonomi Vucic yang bertumpu pada tenaga kerja murah dan biaya energi rendah.

Karena itu, sejumlah pengamat menilai Serbia dipaksa terus berayun antara Moskow dan Uni Eropa, yang sejauh ini tetap menjadi mitra dagang terpenting bagi negara itu. Vucic sendiri berusaha memperlihatkan diri sebagai pemimpin yang terbuka pada Brussels, terutama di tengah kritik terhadap kualitas demokrasi di Serbia.

Srdjan Majstorovic dari European Policy Centre di Belgrade mengatakan, “Ukraine is trying to expand its circle of European partners, including those countries that have not imposed sanctions on Russia.” Ia menambahkan, Serbia juga memiliki industri pertahanan yang produknya penting bagi upaya perang Ukraina.

Namun tekanan politik Vucic belum berhenti di situ. Kritikus khawatir ada upaya besar memanipulasi pemilu, mulai dari pemberian hadiah kepada pemilih, tekanan terhadap pegawai sektor publik, hingga mengimpor pemilih dari Republika Srpska di Bosnia dan Herzegovina.

Di Brussels, kritik terhadap Vucic sejauh ini tergolong hati-hati dan kadang saling bertentangan. Komisi Eropa memang mendorong agar negosiasi aksesi Serbia dilanjutkan, tetapi sebagian anggota Uni Eropa menolaknya karena menilai ada masalah pada demokrasi di Serbia.

Majstorovic menyebut kunjungan Zelenskyy dan kerja sama Serbia-Ukraina bisa dipakai sebagian negara anggota Uni Eropa dan Komisi Eropa untuk mendorong pembicaraan aksesi Serbia. Persoalannya, pertimbangan geopolitik kini berisiko menutupi syarat-syarat negara hukum yang selama ini jadi patokan Brussels.

Di dalam negeri, Vucic masih punya kartu yang kerap ia mainkan setiap kali bertemu Zelenskyy di sela konferensi internasional. Ukraina, seperti Rusia, belum mengakui…

Langkah berikutnya ada pada pertemuan lanjutan antara Zelenskyy dan pejabat Serbia, yang diperkirakan akan menguji seberapa jauh Belgrade berani bergerak tanpa membuat Moskow murka.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda