Disiplin dan Sanksi Pemecatan
Di balik semangat optimisme itu, Rio menyisipkan peringatan keras. Ia tidak ingin mendengar ada pengurus partai di daerah yang menebar keraguan. Loyalitas bagi Rio bukan lagi soal imbauan, melainkan syarat mutlak bagi siapa saja yang duduk di kursi pimpinan cabang.
Sikap tegas pun disiapkan. Jika ditemukan pimpinan DPC yang justru menunjukkan mentalitas pesimis atau menghambat langkah partai, Rio tidak akan sungkan untuk bertindak. Sanksi pemecatan sudah disiapkan di depan mata. Bagi dia, organisasi politik yang sedang berjuang tidak boleh memiliki penumpang gelap atau anggota yang setengah hati.
“Tidak boleh ada satu dua orang yang mengganjal perjuangan kita untuk menghadapi Pemilu 2029. Ketua DPC harus membangun optimisme. Kalau ada pimpinan yang justru merasa berat atau ragu dengan masa depan partai, pilihannya hanya satu: pecat,” tegas Rio dengan nada tinggi di hadapan para kadernya.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Hanura sedang melakukan bersih-bersih internal. Konsolidasi yang dilakukan di Banten ini hanyalah pembuka dari rangkaian pembenahan besar-besaran. Partai kini menanti ketetapan final dari revisi Undang-Undang Pemilu sembari terus memperkuat basis massa di lapangan.
Fokus mereka satu: lolos dari lubang jarum ambang batas parlemen dan kembali mendudukkan perwakilan di Senayan lima tahun lagi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.