Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Investor Saham RI Tembus 10,05 Juta, BEI Catat Pertumbuhan 16,83 Persen

Investor Saham RI Tembus 10,05 Juta, BEI Catat Pertumbuhan 16,83 Persen
Suasana perdagangan di Bursa Efek Indonesia

JAKARTA — Pertumbuhan jumlah investor saham di Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi melaporkan bahwa jumlah investor saham domestik telah menembus angka 10,05 juta Single Investor Identification (SID) per 7 Agustus 2026.

Data tersebut menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 16,83 persen secara year to date (ytd) dibandingkan posisi akhir tahun 2025.

Lonjakan basis investor ini setara dengan penambahan 1.447.882 SID baru sepanjang tahun 2026. Angka ini menegaskan tingginya minat masyarakat untuk masuk ke pasar modal, meskipun kondisi pasar global dan domestik sedang diuji oleh fluktuasi kinerja indeks saham.

Dominasi Inklusi Pasar Modal

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menilai bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari semakin luasnya inklusi keuangan di tanah air. Partisipasi masyarakat yang terus menguat menjadi motor penggerak utama pertumbuhan jumlah investor yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Jika melihat cakupan yang lebih luas, total investor pasar modal Indonesia—yang mencakup saham, obligasi, reksa dana, ETF, hingga produk derivatif—telah mencapai 30.274.265 SID. Angka total ini membukukan pertumbuhan fantastis sebesar 48,78 persen (ytd) dibandingkan posisi penutupan akhir 2025, dengan total penambahan mencapai 9.926.440 SID baru.

Strategi Penguatan Emiten

Di balik angka pertumbuhan tersebut, BEI terus berupaya menjaga momentum keterhubungan antara emiten dan calon investor. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyelenggarakan Surabaya Investor Meeting and Connectivity 2026 pada Rabu (5/8).

Pertemuan ini menjadi ajang strategis bagi tujuh emiten untuk memaparkan profil bisnis, kinerja operasional, dan prospek usaha secara langsung kepada investor.

Sebanyak 13 Anggota Bursa (AB) dan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) turut memfasilitasi jalannya sesi presentasi serta one-on-one meeting.

Fokus utama dari inisiatif ini adalah mendorong peningkatan free float atau saham yang beredar di publik serta memperkuat likuiditas perdagangan, yang pada akhirnya akan memperdalam pasar modal Indonesia.

Tantangan Indeks Harga Saham Gabungan

Di sisi lain, dinamika jumlah investor tidak sepenuhnya linier dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan Jumat (7/8), IHSG bertengger di posisi 6.409,65. Angka ini mencerminkan koreksi sebesar 2.237,29 poin atau 25,87 persen dibandingkan posisi awal tahun yang berada di level 8.646,94.

Walau indeks menghadapi tekanan, otoritas pasar modal tetap optimistis terhadap target jangka panjang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menargetkan jumlah investor pasar modal dapat menyentuh 35 juta SID pada tahun 2030.

Strategi ini menjadi bagian dari rencana besar untuk membawa bursa domestik masuk ke dalam jajaran 10 besar bursa dunia.

Kehadiran jutaan investor baru ini memberikan daya tawar bagi bursa domestik di tengah tantangan ekonomi global. Ke depannya, efektivitas komunikasi antara emiten dan investor yang terbangun dalam forum-forum seperti di Surabaya diharapkan mampu menjadi penyangga saat pasar menghadapi volatilitas.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 9 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair