Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Satu Tahun Mengabdi, PRI Jabar Ingin Jadi Rumah Besar Rakyat

Satu Tahun Mengabdi, PRI Jabar Ingin Jadi Rumah Besar Rakyat
Satu Tahun Mengabdi, PRI Jabar Ingin Jadi Rumah Besar Rakyat

Suara tawa dan obrolan warga pecah di sudut Kota Bandung. Bukan sedang merayakan hajatan biasa, melainkan peringatan satu tahun Partai Rakyat Indonesia (PRI) Jawa Barat yang digelar dengan cara turun ke bawah langsung menyapa masyarakat. Partai ini baru seumur jagung, tapi ambisinya terasa besar. Mereka ingin mengubah stigma partai politik yang sering dianggap hanya muncul saat pemilu tiba.

Ketua DPD PRI Jawa Barat, S. Bambang Indrasto, berdiri di hadapan para relawan dengan nada suara yang mantap. Baginya, angka satu tahun bukan sekadar perayaan seremonial. Ini adalah pertaruhan kredibilitas di mata warga Jawa Barat. Bambang menegaskan bahwa mereka sedang berupaya keras meletakkan fondasi organisasi yang kokoh, bukan cuma membangun papan nama di pinggir jalan raya.

Mengubah Wajah Partai Politik

PRI Jawa Barat membawa mimpi besar. Mereka ingin menjadi rumah bagi siapa saja yang merasa aspirasinya tersumbat selama ini. Bambang menyebut istilah “rumah besar rakyat” bukan sebagai pepesan kosong.

Ia ingin setiap langkah partai bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah, mulai dari komunitas lokal hingga kelompok masyarakat yang selama ini luput dari perhatian kebijakan publik. Fokusnya nyata: melayani, bukan sekadar memburu kursi empuk.

Tahun pertama memang jadi masa yang melelahkan. Tapi, pengurus partai tampak tak punya waktu untuk bersantai. Mereka sibuk menguatkan jejaring dari satu pelosok ke pelosok lain di Jawa Barat. Strateginya cukup sederhana namun menantang; masuk ke kehidupan sehari-hari warga.

Kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat menjadi ujung tombak. Buktinya, berbagai program yang sudah berjalan setahun terakhir ini sengaja dirancang untuk mendekatkan partai dengan problematika rakyat di lapangan.

Berada di antara partai-partai lama yang sudah mapan memang bukan perkara mudah. PRI sadar betul posisinya sebagai pendatang baru. Namun, mereka justru memanfaatkan ini sebagai peluang. Alih-alih mengikuti pola lama yang kaku, partai ini mencoba tampil dengan identitas yang lebih luwes dan merakyat.

Mereka ingin publik melihat perbedaan nyata, bukan cuma janji-janji manis yang menguap setelah pesta demokrasi usai.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda