LONDON, JOURNALARTA.COM – Indeks FTSE 100 Bursa London ditutup melemah pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Indeks acuan saham Inggris ini merosot 27,64 poin atau 0,25 persen, mengakhiri sesi di posisi 10.873,45.
Pelemahan ini sejalan dengan sentimen negatif di bursa Eropa lainnya. Investor dihadapkan pada kekhawatiran inflasi dan potensi kenaikan suku bunga Bank of England (BoE) yang lebih lama dari perkiraan.
Pergerakan FTSE 100 Sepanjang Hari
FTSE 100 memulai perdagangan di level 10.901,09 dan sempat menguat tipis ke level tertinggi harian 10.910,87 pada awal sesi. Namun, tekanan jual dengan cepat mendominasi pasar.
Indeks tergelincir hingga menyentuh level terendah 10.859,06. Meskipun sempat sedikit pulih menjelang penutupan, FTSE 100 tetap berakhir di zona merah, melanjutkan tren negatif setelah penutupan Jumat lalu di 10.901,09.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Penutupan | 10.873,45 |
| Perubahan | -27,64 poin / -0,25% |
| Pembukaan | 10.901,09 |
| Tertinggi | 10.910,87 |
| Terendah | 10.859,06 |
Faktor Pemicu Pelemahan FTSE 100
Penurunan FTSE 100 hari ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, saham-saham di sektor energi dan pertambangan mengalami koreksi signifikan. Harga minyak Brent dan logam industri terpantau menurun, memberikan tekanan pada emiten besar seperti BP dan Rio Tinto.
Kedua, kekhawatiran mengenai kebijakan suku bunga Bank of England masih membayangi. Investor khawatir BoE akan mempertahankan sikap hawkish-nya lebih lama, yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan profitabilitas perusahaan.
Ketiga, sentimen global yang bercampur aduk juga turut memengaruhi. Bursa saham di Amerika Serikat dan Asia menunjukkan pergerakan yang variatif, mendorong investor global untuk bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi AS malam ini.
Perbandingan dengan Bursa Global Lainnya
Pergerakan bursa global pada 10 Agustus 2026 menunjukkan pola yang beragam:
| Indeks | Negara | Perubahan |
|---|---|---|
| FTSE 100 | Inggris | -0,25% |
| DAX 40 | Jerman | Update menyusul |
| CAC 40 | Prancis | Update menyusul |
| KOSPI | Korea Selatan | +0,65% |
| IHSG | Indonesia | -0,69% |
Tampak bahwa pasar Eropa dan Indonesia cenderung melemah, sementara bursa Korea Selatan justru menguat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa investor masih berhati-hati dalam mengambil risiko.
Dampak ke IHSG dan Rupiah
Pelemahan bursa Eropa kerap menciptakan sentimen negatif yang dapat menjalar ke pasar Asia pada hari berikutnya. Namun, mengingat penurunan FTSE 100 yang relatif tipis dan penguatan nilai tukar Rupiah hari ini, dampak langsung ke Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada esok hari diperkirakan tidak terlalu signifikan.
Fokus investor asing saat ini akan tertuju pada data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis malam nanti. Data tersebut akan menjadi penentu penting arah pergerakan dana ke pasar berkembang, termasuk Indonesia.
Sektor Paling Tertekan di FTSE
Sektor-sektor yang mengalami tekanan paling besar di FTSE 100 meliputi energi, material dasar, dan keuangan. Beberapa saham unggulan yang menjadi penekan utama indeks antara lain BP, Shell, HSBC, dan AstraZeneca. Aksi jual di saham-saham berkapitalisasi besar ini berkontribusi signifikan terhadap pelemahan indeks secara keseluruhan.
FTSE 100 hari ini, 10 Agustus 2026, ditutup melemah 0,25% ke 10.873,45. Indeks ini masih tertahan di bawah level psikologis 10.900, terutama karena aksi jual di sektor energi dan kekhawatiran inflasi. Investor kini menantikan data inflasi AS untuk menentukan arah pergerakan pasar selanjutnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.