Langkah Chelsea di tur pramusim Asia berakhir dengan catatan yang mengganjal. Skuad besutan Xabi Alonso dipaksa bermain imbang 3-3 saat meladeni perlawanan sengit Johor Darul Ta’zim (JDT) di Johor Bahru. Hasil ini tentu jauh dari ekspektasi, apalagi Liga Inggris tinggal menghitung hari.
Kondisi lapangan di Malaysia menjadi saksi betapa rapuhnya lini pertahanan The Blues. Delap tampil menonjol dalam laga itu. Ia sukses menyarangkan dua gol lewat eksekusi penalti, namun kontribusi itu belum cukup untuk mengunci kemenangan. Alonso tampak frustrasi melihat alur bola yang tersendat, terutama saat ia melakukan eksperimen besar-besaran di tengah pertandingan.
Manajer asal Spanyol itu memutuskan merombak total susunan pemain. Sebanyak 11 pemain baru dimasukkan sekaligus, sebuah langkah ekstrem yang berbeda jauh dari komposisi tim saat menghajar AC Milan di Jakarta sehari sebelumnya.
Keputusan ini diambil demi mengantisipasi kelelahan pemain setelah mereka menempuh perjalanan udara sekitar 600 mil. Fisik memang terjaga, tapi ritme permainan justru berantakan.
Pekerjaan Rumah yang Menumpuk
Waktu yang tersisa tinggal kurang dari dua pekan. Bagi Alonso, hasil seri ini adalah alarm bahaya. Ia masih harus memutar otak mencari kedalaman skuad yang ideal. Masalah klasik Chelsea musim lalu—soal disiplin dan pengalaman—masih terlihat membayangi para pemain muda di lapangan.
Padahal, manajemen klub sudah mematok target tinggi agar mereka bisa kembali merangsek ke papan atas, bukan sekadar finis di posisi ke-10 seperti musim lalu.
Jadwal Liga Inggris sudah menanti di depan mata. Fulham menjadi lawan pembuka bagi Chelsea pada 24 Agustus mendatang. Duel ini bukan pertandingan biasa. Alonso akan diuji secara taktikal oleh kawan lamanya sendiri, Álvaro Arbeloa, yang kini memegang kendali di kursi kepelatihan Fulham. Pertemuan ini akan menjadi tolok ukur seberapa jauh transformasi permainan yang ia bawa ke Stamford Bridge.
Catatan pramusim Chelsea memang bak roller coaster. Mereka pernah tampil begitu dominan saat mempecundangi AC Milan 3-0 dalam ajang Indonesia Super Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kala itu, Joao Pedro mencetak dua gol dan satu gol lainnya lahir dari kaki Moses Caicedo. Permainan mereka terlihat cair dan tajam. Tapi, konsistensi itulah yang belum ditemukan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.