JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, pagi. Pergerakan ini membawa harapan stabilitas mata uang domestik.
Berdasarkan data yang tercatat pukul 09.24 UTC atau 16.24 WIB, 1 USD berada di level Rp17.768,99. Angka ini menandai pelemahan sebesar 0,18% atau setara dengan penurunan Rp32,00 dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.801,00. Penguatan Rupiah ini sejalan dengan melemahnya Indeks Dolar AS (DXY) di pasar global, menunjukkan sentimen positif terhadap aset-aset berisiko.
Pergerakan Kurs USD/IDR 10 Agustus 2026
Sepanjang sesi pagi tadi, fluktuasi Rupiah berada dalam rentang yang cukup dinamis, bergerak antara Rp17.720 hingga Rp17.840. Dolar AS sempat menunjukkan penguatan di awal perdagangan dengan mencapai Rp17.840, namun kemudian terkoreksi dan stabil di angka Rp17.768,99 pada penutupan sesi sore.
| Keterangan | Angka |
|---|---|
| Kurs Saat Ini | Rp17.768,99 |
| Perubahan | -Rp32,00 / -0,18% |
| Penutupan Sebelumnya | Rp17.801,00 |
| Tertinggi Hari Ini | Rp17.840 |
| Terendah Hari Ini | Rp17.720 |
Penyebab Rupiah Menguat Terhadap Dolar
Terdapat tiga sentimen utama yang mendorong penguatan Rupiah hari ini. Pertama, pelemahan Dolar AS secara global dipicu oleh antisipasi investor terhadap rilis data inflasi AS yang akan datang. Pasar menanti petunjuk mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Kedua, kenaikan harga komoditas global, terutama minyak dan CPO, turut mendukung kinerja Rupiah. Kenaikan harga komoditas ini diperkirakan akan membantu memperbaiki neraca dagang Indonesia, yang pada gilirannya memperkuat posisi Rupiah. Ketiga, intervensi aktif Bank Indonesia (BI) disebut-sebut sebagai faktor krusial dalam menjaga stabilitas Rupiah, mempertahankan kurs di kisaran Rp17.700 – Rp17.800.
Estimasi Kurs Jual Beli Dolar di Bank
Dengan kurs tengah BI di Rp17.768, estimasi kurs jual beli dolar di bank dan money changer biasanya memiliki selisih tertentu. Variasi ini perlu dicermati bagi mereka yang hendak melakukan transaksi pertukaran mata uang.
| Bank | Kurs Jual | Kurs Beli |
|---|---|---|
| BCA | Rp17.850 | Rp17.750 |
| Mandiri | Rp17.860 | Rp17.740 |
| BNI | Rp17.855 | Rp17.745 |
Perlu dicatat bahwa kurs yang berlaku di setiap bank bisa berbeda antar cabang, sehingga penting untuk melakukan konfirmasi langsung sebelum transaksi.
Dampak Kurs Dolar ke Harga Barang dan Ekonomi
Pelemahan dolar membawa kabar baik bagi sejumlah sektor ekonomi di Indonesia. Beban biaya impor, termasuk untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), menjadi lebih ringan. Selain itu, cicilan utang luar negeri pemerintah dan swasta akan terasa lebih murah. Kondisi ini juga berpotensi menarik arus dana asing kembali masuk ke pasar saham, memberikan dorongan positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Namun, di sisi lain, penguatan Rupiah ini kurang menguntungkan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengirim remitansi, eksportir yang pendapatannya dalam dolar, serta mereka yang berencana menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Proyeksi Kurs Dolar Besok
Analis memproyeksikan bahwa Rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp17.700 – Rp17.850 sepanjang minggu ini. Fokus pasar akan tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis, serta keputusan mengenai suku bunga acuan BI Rate. Kedua faktor ini akan menjadi kunci penentu arah pergerakan Rupiah ke depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.