Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Polisi Hong Kong Tangkap 8 Pelaku Penipuan Sugar Baby Rp12 Miliar

Kepolisian Hong Kong menangkap sindikat penipuan kencan daring
Kantor kepolisian Hong Kong merilis keterangan terkait penangkapan pelaku penipuan kencan berbayar. (Ilustrasi: AI)

Otoritas kepolisian Hong Kong akhirnya memutus rantai sindikat penipuan kencan berbayar yang selama ini meresahkan publik.

Delapan orang ditangkap dalam operasi penggerebekan besar-besaran pekan lalu, setelah terbukti mengeruk keuntungan hingga HK$6,2 juta atau sekitar Rp12 miliar dari para korbannya. Ironisnya, mayoritas korban dalam kasus ini bukanlah orang sembarangan.

Mereka adalah para profesional mapan, termasuk guru dan tenaga medis yang terjebak dalam jaring tipu daya digital.

Biro Kejahatan Teknologi dan Siber kepolisian Hong Kong mencatat ada 80 kasus penipuan berbeda yang terjadi dalam kurun waktu Februari hingga Juli tahun ini. Angka kerugiannya pun tidak main-main. Seorang korban malang bahkan kehilangan uang sebesar HK$480.000 hanya dalam satu rangkaian transaksi.

Angka ini menjadi bukti betapa rapi dan terorganisirnya jebakan yang dipasang para pelaku untuk menguras rekening korbannya.

Modus Operasi yang Mencekam

Kepala Inspektur Divisi Kejahatan Teknologi, Chan Lai-yu, membeberkan bagaimana pelaku bekerja. Awalnya, mereka hanya menyebar iklan di media sosial. Iklan itu menjanjikan imbalan bulanan yang fantastis, berkisar antara HK$50.000 hingga HK$70.000 bagi siapa saja yang mau menjadi sugar baby.

Iming-iming pendapatan instan ini terbukti menjadi pintu masuk paling ampuh untuk menjerat calon korban yang tergiur kemudahan finansial.

Pelaku tidak bekerja sendirian. Mereka menciptakan skenario di grup obrolan yang terlihat sangat meyakinkan. Di sana, mereka berbagi peran. Ada yang menyamar sebagai pengacara sukses, ada pula yang berperan sebagai klien kaya raya dengan gaya hidup mewah.

Mereka bahkan melengkapi diri dengan kartu nama palsu sebagai alat pemikat. Korban pun dipaksa menandatangani perjanjian kerahasiaan sebelum masuk ke tahapan negosiasi yang lebih dalam.

Begitu korban masuk ke dalam jebakan, para pelaku mulai melancarkan tuntutan. Mereka meminta korban mentransfer dana dengan berbagai alasan yang terdengar legal. Ada dalih biaya hukum, biaya Pengadilan Tinggi, hingga biaya pemutusan kontrak.

Pelaku dengan licik meyakinkan korban bahwa seluruh uang tersebut bersifat sebagai deposito yang akan dikembalikan setelah kontrak berjalan. Kenyataannya, begitu tombol transfer ditekan, uang itu lenyap tak berbekas ke kantong pribadi sindikat.

Penangkapan dan Temuan Barang Bukti

Saat penggerebekan berlangsung, petugas mengamankan empat pria dan empat wanita dengan rentang usia cukup variatif, yakni 23 hingga 57 tahun. Proses interogasi awal mengungkap bahwa komplotan ini tidak hanya bermain di ranah penipuan siber.

Saat menangkap para pelaku, polisi juga menemukan sejumlah narkoba berbahaya. Bukti ini menambah daftar panjang tuduhan yang akan menjerat mereka, mulai dari konspirasi penipuan hingga tindak pidana pencucian uang.

Kepolisian Hong Kong kini masih terus bekerja keras menelusuri aliran dana yang diduga telah disebar ke berbagai rekening berbeda. Mereka berpacu dengan waktu untuk memutus rantai aliran dana haram tersebut agar tidak lagi berpindah tangan.

Penyidik meyakini bahwa masih ada jejak digital yang perlu dibedah guna mengungkap apakah ada keterlibatan pihak lain di luar delapan orang yang sudah tertangkap ini.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi masyarakat terkait risiko transaksi di ruang siber. Polisi menegaskan bahwa permintaan uang di muka dalam modus kencan seperti ini seharusnya menjadi sinyal bahaya yang harus diwaspadai.

Fokus penyidikan saat ini beralih pada pelacakan aset dan mengumpulkan keterangan tambahan dari korban untuk memperkuat dakwaan di pengadilan nanti. Tidak ada ruang bagi para pelaku untuk berkelit, karena bukti digital dan kesaksian para korban telah dikumpulkan secara lengkap oleh pihak berwajib.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda