Selasa, 11 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Data Pembeli Steam Machine Bocor, Valve Peringatkan Soal Penipuan

Peringatan keamanan siber terkait kebocoran data pelanggan Steam Machine
Data Pembeli Steam Machine Bocor, Valve Peringatkan Soal Penipuan. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Valve resmi mengirimkan peringatan kepada pelanggan di Eropa yang pernah memesan perangkat Steam Machine atau Steam Controller. Langkah ini diambil menyusul adanya serangan siber terhadap CEVA Logistics, perusahaan mitra pihak ketiga yang menangani pengiriman perangkat keras Valve di wilayah Eropa.

Pokok Peristiwa

Insiden ini menyebabkan kebocoran data pengiriman konsumen, termasuk nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, hingga alamat email. Dalam laporannya, BleepingComputer menambahkan bahwa rincian produk yang dipesan serta harga yang dibayarkan pun ikut tersingkap dalam peretasan tersebut.

Data tersebut diketahui tersimpan di server CEVA selama 90 hari setelah setiap pesanan dilakukan, yang menjadi batasan waktu bagi pelanggan yang berisiko terdampak. Valve menekankan bahwa peretas kini memiliki informasi alamat yang valid, sehingga muncul potensi besar munculnya pesan penipuan yang mengatasnamakan kurir atau pihak resmi Steam.

Pihak Valve melalui juru bicaranya menyampaikan bahwa CEVA hingga saat ini masih melakukan investigasi mendalam. Perusahaan memutuskan untuk segera memberi tahu semua pihak yang kemungkinan besar terdampak berdasarkan temuan yang ada saat ini. “Anggap semua (pesan tersebut) palsu,” demikian bunyi peringatan resmi Valve kepada para pelanggannya.

Konteks

Penting untuk dipahami, kebocoran ini tidak menyentuh data sensitif seperti kata sandi, kode Steam Guard, maupun detail pembayaran. Valve menegaskan bahwa sistem internal mereka aman karena CEVA tidak pernah memiliki akses ke informasi finansial atau kredensial akun pengguna. Pengguna pun tidak perlu mengubah kata sandi akun Steam mereka.

Serangan siber ini dilaporkan terjadi dalam rentang waktu 29 Juli hingga 1 Agustus. Selain Valve, daftar perusahaan yang terdampak insiden serupa di CEVA mencakup bank ING, pengecer Bol dan De Bijenkorf, perusahaan kacamata Ace & Tate, hingga klub sepak bola Ajax. Insiden ini menegaskan betapa krusialnya rantai pasok digital dalam ekosistem bisnis global saat ini.

CEVA merupakan raksasa logistik yang mengelola lebih dari 1.000 gudang dengan volume pengiriman mencapai sekitar 15 juta paket per tahun. Skala besar inilah yang membuat satu celah keamanan pada penyedia logistik kontraktor dapat berdampak luas ke berbagai sektor industri dalam waktu bersamaan.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah pasti pelanggan yang terdampak maupun metode peretasan yang digunakan pelaku.

Valve saat ini tengah berkoordinasi dengan otoritas perlindungan data di setiap negara yang terdampak. Sebagai langkah antisipasi, pelanggan diminta untuk hanya menanggapi permasalahan melalui halaman bantuan resmi Valve.

Perusahaan memastikan bahwa dukungan pelanggan tidak pernah dilakukan melalui email, obrolan Steam, maupun Discord, dan staf mereka tidak akan pernah meminta kata sandi atau kode Steam Guard dalam kondisi apa pun.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 11 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis