JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Aset kripto terbesar di dunia ini naik 0,33% atau setara Rp3.777.933 dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan ini membawa 1 BTC diperdagangkan di level Rp1.142.067.057 pada pukul 08.35 UTC. Pasar kripto tampaknya masih mencari arah, dengan Bitcoin yang mempertahankan posisi di atas Rp1,1 triliun.
Fluktuasi Harian dan Data Utama Bitcoin
Dalam satu jam terakhir sebelum data diambil, harga BTC bergerak di rentang Rp1.136.000.000 hingga Rp1.146.000.000. Sempat menyentuh level tertinggi Rp1,144 Miliar sebelum sedikit terkoreksi.
Berikut adalah data utama Bitcoin per 11 Agustus 2026 pukul 08.35 UTC:
| Indikator | Data |
|---|---|
| Harga BTC | Rp1.142.067.057,91 |
| Perubahan 24 Jam | +0,33% (+Rp3.777.933,12) |
| Kapitalisasi Pasar | Rp1,28 Triliun |
| Nilai Terdilusi Penuh | Rp1,34 Triliun |
| Volume 24 Jam | Rp21,66 Miliar |
| Suplai Beredar | 20,07 Juta BTC |
| Tanggal Peluncuran | 13 Juli 2010 |
Analisis Pergerakan dan Sentimen Pasar
Kenaikan 0,33% ini mengindikasikan bahwa pasar Bitcoin masih dalam fase konsolidasi positif, meskipun dengan pergerakan yang belum terlalu signifikan. Volume perdagangan 24 jam mencapai Rp21,66 Miliar. Angka ini menandakan likuiditas pasar masih terjaga, namun belum ada dorongan kuat yang bisa memicu lonjakan harga yang drastis.
Para investor dan analis memantau ketat data makroekonomi global. Pasar kripto saat ini menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat dan keputusan suku bunga dari The Federal Reserve minggu ini. Kedua faktor ini kerap menjadi katalisator utama pergerakan harga aset berisiko tinggi seperti Bitcoin.
Dominasi Bitcoin di Pasar Kripto
Dengan harga saat ini, total kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai Rp1,28 Triliun. Sementara itu, nilai terdilusi penuh (fully diluted valuation) berada di angka Rp1,34 Triliun, didukung oleh suplai beredar sebanyak 20,07 Juta BTC.
Angka-angka ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai raja di industri kripto, dengan dominasi yang seringkali melampaui 50% dari total kapitalisasi pasar aset digital global. Dominasi ini menunjukkan kepercayaan pasar yang masih tinggi terhadap Bitcoin sebagai penyimpan nilai utama dalam ekosistem kripto.
Prediksi Jangka Pendek dan Implikasi bagi Investor
Analis memprediksi Bitcoin akan cenderung bergerak sideways dalam jangka pendek, berada di kisaran Rp1,13 Miliar hingga Rp1,15 Miliar, sampai muncul sentimen pendorong baru. Level Rp1,146 Miliar diidentifikasi sebagai resistance terdekat yang perlu ditembus, sementara area support kuat berada di Rp1,136 Miliar.
Pergerakan harga Bitcoin yang masih fluktuatif ini memiliki dampak langsung bagi para investor di Indonesia. Investor perlu mencermati perkembangan ekonomi makro global, terutama terkait kebijakan moneter dan inflasi. Peristiwa-peristiwa ini secara historis sangat memengaruhi selera risiko investor dan, pada gilirannya, harga aset digital.
Investasi kripto memiliki risiko tinggi dan sangat fluktuatif. Artikel ini bukan merupakan saran keuangan. Selalu lakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.