Rabu, 12 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Jeanine Pirro Diserang Sekutu Trump soal Reflecting Pool

Jeanine Pirro dan polemik Reflecting Pool di Washington
Polemik Jeanine Pirro soal Reflecting Pool memantik kritik dari sekutu Trump sendiri. (Ilustrasi: AI)

WASHINGTON — Jeanine Pirro kembali terseret badai politik di lingkar Donald Trump setelah Peter Navarro melontarkan kritik keras terhadap keputusan sang jaksa untuk menghentikan perkara terkait Reflecting Pool. Serangan itu datang saat posisi Pirro sendiri sudah dipertanyakan di Washington.

Dampaknya jelas. Keputusan hukum yang menyangkut kawasan ikonik di ibu kota Amerika Serikat itu kini berubah menjadi ujian loyalitas di tubuh Trumpworld, sekaligus membuka konflik baru antara bekas tokoh Fox News itu dan sekutu-sekutu presiden.

Navarro kesal, Pirro jadi sasaran

Dalam podcast War Room milik Steve Bannon pada Senin, Navarro menyebut nama Pirro dengan nada marah. Bannon sempat mencoba meredakan suasana sambil berkata, “We love Jeanine!”

Tapi Navarro tidak berhenti. “Do me a favor, Steve,” kata Navarro. “When I’m on camera … you don’t want to talk about something like Jeanine Pirro. Never mention her friggin’ name to me.”

Ia lalu menegaskan kemarahannya karena Pirro dinilai belum memecat John Crabb, jaksa karier yang terlibat dalam perkara yang menyeret dirinya dan Navarro ke penjara. “Because that woman still refuses, refuses to fire John Crabb — who was involved in putting you and me behind bars,” ujarnya.

Navarro juga menyindir dengan kalimat, “Jeanine, are you listening?” Bannon tertawa sepanjang percakapan itu, namun Navarro terus melontarkan keluhan tentang staf Departemen Kehakiman yang menurutnya masih bertahan di pemerintahan.

Kontroversi Reflecting Pool makin membesar

Masalah Pirro berpusat pada keputusan menghentikan penuntutan terhadap David Hearn, mantan atlet olimpiade yang semula ditangkap atas tuduhan merusak Lincoln Memorial Reflecting Pool. Pirro mengatakan Departemen Kehakiman maupun Departemen Dalam Negeri tidak memberikan bukti yang mendukung tuduhan itu.

Dalam dokumen pengadilan, Pirro menyatakan kerusakan di area itu kemungkinan besar terjadi karena proses pemasangan yang buruk saat renovasi yang diperintahkan Trump pada bangunan tersebut. Ia lalu menarik dakwaan terhadap Hearn.

Keputusan itu memicu kemarahan Trump. Ia disebut sempat mempertimbangkan untuk memecat Pirro setelah dakwaan dicabut. Namun, alih-alih bertindak lebih jauh, Trump justru menyerangnya secara terbuka melalui Truth Social dan pernyataan kepada wartawan.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda